Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Karantina Wilayah, Pemerintah Harus Pastikan Ketersediaan Logistik

Karantina Wilayah, Pemerintah Harus Pastikan Ketersediaan Logistik
Karantina wilayah harus memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, jaminan pangan, dan aktivitas ekonomi kerakyatan. Jangan sampai karantina wilayah malah menjepit warga karena kesulitan ekonomi dan minimnya ketersediaan pangan. 
Karantina wilayah harus memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, jaminan pangan, dan aktivitas ekonomi kerakyatan. Jangan sampai karantina wilayah malah menjepit warga karena kesulitan ekonomi dan minimnya ketersediaan pangan. 
Jakarta, NU Online
Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, beberapa daerah telah memberlakuan karantina wilayah. Dalam karantina ini, Pemerintah harus memastikan ketersediaan logistik.
 
"Pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pangan dan jaminan distribusi logistik tanpa hambatan," kata Ketua Umum PP Pagar Nusa, M Nabil Haroen, Senin (30/3).

Ia menyebutkan, saat ini, pemerintah sudah setuju dan memberi kewenangan terhadap pemerintah daerah untuk melakukan karantina wilayah, sebagai upaya menghambat laju persebaran virus Corona. 
 
Tak kalah pentingnya, karantina wilayah harus memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, jaminan pangan, dan aktivitas ekonomi kerakyatan. Jangan sampai karantina wilayah malah menjepit warga karena kesulitan ekonomi dan minimnya ketersediaan pangan. 

"Jadi, pemerintah daerah harus memastikan infrastruktur kesehatan, ekonomi, dan sosial sebagai pendukung karantina wilayah," kata Anggota Komisi IX DPR RI ini.
 
Libatkan Satgas Desa
Terkait dengan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di berbagai kawasan di Indonesia, beberapa desa sudah bergerak. Namun, menurut Gus Nabil, sapaan akrabnya, sebagian masih tampak bingung dengan penanganan terhadap mereka yang pulang kampung dari perantauan. 
 
Gus Nabil mengatakan Kementerian Desa dan Kementrian Pemuda dan Olahraga serta instansi terkait dapat bergerak dengan membentuk Satgas desa yang berisi pemuda-pemuda desa, bekerjasama dengan apara desa dan tim medis desa. 

"Satgas Desa untuk antisipasi virus Corona (Covid-19) ini bisa berisi 10-20 pemuda desa,  disesuaikan luas wilayah dan jangkauan, memastikan pengamanan perbatasan, bantuan terhadap tenaga medis setempat, dan pencatatan terhadap pendatang atau perantau yang pulang kampung," kata Gus Nabil.

Ia menambahkan Satgas juga bergerak untuk mendata mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan makanan selama masa krisis atau masa pandemik ini. Di sisi lain, mendata aghniya (orang kaya) atau mereka yang siap berderma memberi makanan terhadap mereka yang benar-benar membutuhkan. 
 
"Dengan demikian, masing-masing desa mengetahui tantangan masing-masing, sekaligus mendapatkan solusi atas tantangan itu," katanya.

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi 
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×