Nasional RAKERNAS LP MA'ARIF

LP Ma'arif Berikan Penghargaan untuk 3 Tokoh Pendidikan NU

Sab, 27 Agustus 2022 | 17:00 WIB

LP Ma'arif Berikan Penghargaan untuk 3 Tokoh Pendidikan NU

Tiga putra tokoh pendidikan menerima Ma'arif Award di Malang,Jawa Timur. (Foto: NU Online/Syakir)

Malang, NU Online 
Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan penghargaan kepada tiga tokoh pendidikan NU. Hal ini diberikan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma'arif NU di Universitas Islam Malang (Unisma), Jalan MT Haryono, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (27/8/2022).


Ketua LP Ma'arif PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa Penghargaan LP Ma'arif diberikan dalam rangka memotivasi penggerak pendidikan NU di era sekarang.


“Ma'arif Award ini diberikan untuk membangun motivasi dan inspirasi atas perjuangan dari orang tua kita di saat mereka berjibaku melakukan ikhtiar untuk peningkatan martabat dan kualitas bangsa melalui pendidikan,” kata Prof Ramdhani.


Kang Dhani, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa tiga tokoh tersebut telah menaruh kontribusi besar bagi pendidikan NU yang perlu diteladani oleh penggerak LP Ma'arif dan penggerak pendidikan NU.


“Tiga tokoh ini tentu harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama bagi kita untuk menapaklacaki ikhtiar-ikhtiar beliau ini dan menjadi pedoman bagi kita bahwa membangun sebuah proses dan poros pendidikan itu hanya bisa dilakukan melalui nilai juang yang tinggi,” lanjutnya.


Tiga tokoh
Adapun tiga tokoh itu KH Bisri Mustofa (Rembang, Jawa Tengah), Prof KH Anwar Musaddad (Garut, Jawa Barat), dan Prof KH Muhammad Tolchah Hasan (Malang, Jawa Timur).


KH Bisri Mustofa Rembang diberikan anugerah tokoh teladan dengan karya literasi monumental. Ratusan karya tulisnya merupakan sumbangsih intelektual dalam membangun pendidikan bagi warga Nahdliyin. Di antara karya monumentalnya adalah Tafsir Al-Ibriz.


Kakek dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) itu sangat gigih menuntut ilmu dan mendidik masyarakat. Ia juga merupakan pejuang kemerdekaan.


Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Nizar Ali kepada Nyai Raudlatul Quds, salah satu cucu dari KH Bisri Mustofa.


Sementara itu, Prof KH Anwar Musaddad Garut dianugerahi penghargaan tokoh pembaharu dalam kajian integrasi keilmuan di lingkungan pendidikan formal.


Ulama yang menguasai empat bahasa asing itu merupakan perintis berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Yogyakarta dan Bandung. Beliau tercatat sebagai guru besar ilmu perbandingan agama.


Wakil Rais Aam PBNU di era Rais Aam KH Bisri Syansuri ini mendirikan pendidikan formal terpadu, yaitu Pesantren Al-Musaddadiyah dengan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Sosoknya juga dikenal dengan pandangannya yang menarik, mengulamakan intelektual dan mengintelektualkan ulama.


Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar kepada putri Kiai Anwar, yaitu Prof Nyai Hj Ummu Salamah.


Adapun Prof KH M Tolchah Hasan dianugerahi penghargaan tokoh teladan dalam pendirian lembaga pendidikan bereputasi baik. Hal ini sangat layak diberikan kepadanya mengingat kiprahnya dalam mendirikan lembaga pendidikan Islam unggulan di banyak daerah.


Kiai Tolchah juga pernah mengemban amanah sebagai Rektor Unisma Malang, Menteri Agama di era Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Wakil Rais Aam PBNU 2004-2010.


Penghargaan ini diberikan oleh Ketua LP Ma'arif PBNU Prof Muhammad Ali Ramdhani kepada Nyai Hj Solihah Nur, istri KH Tolchah Hasan.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori