Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

LPBINU Apresiasi Peresmian Pusat Penanggulangan Bencana di Masjid Istiqlal

LPBINU Apresiasi Peresmian Pusat Penanggulangan Bencana di Masjid Istiqlal
Ketua LPBINU M Ali Yusuf pada peresmian Istiqlal Disaster Management Center, Jumat (27/2). (Foto: istimewa)
Ketua LPBINU M Ali Yusuf pada peresmian Istiqlal Disaster Management Center, Jumat (27/2). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Masjid Istiqal dirancang Presiden Sukarno. Dibangun di bekas Taman Wilhelmina, masjid yang berdiri di atas lahan 12 hektare ini dari waktu ke waktu makin membanggakan saja. Persis harapan Bung Karno.

 

Di bawah kepemimpinan imam besar Prof KH Nasaruddin Umar, Istiqlal terus mengaktualisasikan diri. Usai renovasi dengan biaya senilai lebih dari Rp500 miliar, kini masjid itu makin 'kinclong'.

 

Masjid juga harus adaptif dengan lingkungan dan kebencanaan. Kegiatan terbaru terkait hal itu, berlangsung Jumat (26/2/2021) pagi, yakni peresmian Istiqlal Disaster Management Center (IDMC). Hadir dalam kesempatan itu, Menko PMK Prof Muhadjir Effendi dan Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dan Ketua LPBI PBNU M Ali Yusuf.

 

Nasaruddin Umar dan Doni Monardo sepertinya satu frekuensi. Keduanya memiliki persamaan perhatian terhadap lingkungan hidup. "Rasulullah sangatlah konsen terhadap alam. Beliau tegas melarang membuang kotoran ke air yang mengalir," kata Nasaruddin ketika berpidato sesuai dengan rilis yang diterima NU Online.

 

Relevan dengan tema acara, semua dalil terkait alam, lingkungan, dan kebencanaan disitir Nasaruddin dengan sangat baik. Ini membuka cakrawala berpikir banyak orang, utamanya kaum muslimin yang mayoritas di negeri ini.

 

Ada kisah menarik yang dilansir Nasaruddin. Selama hidupnya, Nabi menjalani tak kurang dari 27 kali peperangan. Suatu hari, di medan perang, Rasulullah hendak buang hajat. Mengetahui hal itu, para sahabat hendak menebang pohon untuk menutup dan melindungi Nabi. Tapi, Rasulullah melarang sahabatnya menebang pohon.

 

Dengan mukjizat Allah SWT, pohon-pohon di sekitar Nabi bergerak mendekati dan melindungi Nabi. Nabi begitu menjaga pohon, sehingga pohon-pohon pun menjaganya. Mirip pernyataan familiar Doni Monardo dalam banyak kesempatan, "Kita jaga alam, alam jaga kita."

 

Paralel dengan kutipan-kutipan hikayat Nabi Besar Muhammad SAW, Nasaruddin dan pengelola Masjid Istiqlal pun membentuk Istiqlal Disaster Management Center (IDMC). “Sudah sering kita ketahui, masjid menjadi salah satu tempat evakuasi masyarakat yang tertimpa bencana. Itu bagus, tapi belum cukup. Masjid juga harus mengambil peran lebih di bidang mitigasi kebencanaan," ujarnya.

 

Kelola risiko bencana berbasis masyarakat

Pada kesempatan itu, Ketua LPBINU PBNU M Ali Yusuf yang memaparkan materi terkait Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat mengapresiasi diluncurkannya IDMC ini, karena masjid merupakan institusi penting di tengah masyarakat dalam pengurangan risiko bencana maupun penanggulangan bencana.

 

Tahun 2011, LPBINU telah menerbitkan buku Studi Awal Potensi Peran Masjid dalam Situasi Bencana di Indonesia dan beberapa waktu lalu perwakilan LPBINU memberikan masukan pada kegiatan Penyusunan Konsep Fasilitas Ibadah Tangguh Bencana yang diadakan Direktorat Mitigasi Bencana BNPB di Bogor.

 

Kepala BNPB Donardo tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, hadir dan menyaksikan peresmian Istiqlal Disaster Management Center. Terlebih, dalam banyak hal, apa yang disampaikan Imam Besar Nasaruddin Umar, segaris dengan pemikiran Doni Monardo.

 

Doni sering mengatakan, utamanya saat berbicara di hadapan umat Islam, bahwa kewajiban kita tidak hanya menjaga hubungan baik dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga dengan alam. Karenanya, konteks kalimat dalam bahasa Arab pun menjadi, hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal ‘alam.

 

"Hablum minal ‘alam, maknanya juga memakmurkan lingkungan hidup. Dalam konteks kebencanaan alam, hal paling utama justru bukan pada penanganan pasca bencana atau masa tanggap darurat. Tetapi, justru pada faktor mitigasi. Faktor pencegahan. Semakin kita memakmurkan lingkungan, semakin alam bersahabat dengan kita. Kita jaga alam, alam jaga kita," papar Doni Monardo.

 

Atas paparan Imam Besar Nasaruddin Umar, Doni pun langsung menyambut dan mengaitkannya dalam tataran aplikatif di lapangan. "Jika ajaran hablum minallah dan hablum minannas sudah sering disampaikan para ustadz pada da’i, maka kiranya ke depan, bisa ditambakan satu pesan Islami yang lain, yakni hablum minal ‘alam," pungkas Doni. 

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×