Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maju Jadi Kandidat Ketum Fatayat NU, Ini Profil Margaret dan Ai Maryati

Maju Jadi Kandidat Ketum Fatayat NU, Ini Profil Margaret dan Ai Maryati
Margaret Aliyatul Maimunah dan Ai Maryati Solihah, kandidat ketua umum Fatayat NU.
Margaret Aliyatul Maimunah dan Ai Maryati Solihah, kandidat ketua umum Fatayat NU.

Jakarta, NU Online 
Kongres Fatayat XVI NU digelar 15-17 Juli 2022 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi itu bakal mengagendakan pergantian kepemimpinan Fatayat NU, di samping juga membahas terkait kebijakan dan program kerja organisasi. 


Beberapa nama yang muncul sebagai kandidat ketum Fatayat NU, antara lain Margaret Aliyatul Maimunah dan Ai Maryati Solihah. Kedua tokoh itu merupakan sosok yang dikenal aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Berikut adalah profil singkat kedua kandidat tersebut. 


Profil Margaret Aliyatul Ulya
Margaret Aliyatul Maimunah lahir Jombang pada 11 Mei 1978. Ia merupakan putri kedua dari pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri.


Margaret menempuh pendidikannya di Pondok Pesantren Denanyar Jombang, mulai dari tingkat SLTP hingga SLTA. Selepas lulus dari MAN di Denanyar, Margaret melanjutkan studi S1-nya di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dengan fokus di bidang Program Studi Kajian Wanita pada tahun 2009.


Putri Jombang ini terkenal aktif dalam organisasi. Sejak MI hingga MAN, Margaret aktif di OSIS, Pramuka, maupun olahraga. Aktivisme terus melekat pada dirinya. Saat kuliah, ia didapuk menjadi Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri PMII) Rayon Adab (2000-2001), lanjut Ketua Komisariat PMII Adab Cabang Surabaya Selatan (2001-2002).


Selain itu, aktivis perempuan ini juga pernah menjabat pengurus di Pimpinan Wilayah Ikatan Putri-Putri Provinsi Jawa Timur sebagai Anggota Bidang Minat dan Bakat (1999-2001) dan Bendahara II (2001-2002).


Tak berhenti di situ, ia juga menjadi pengurus di Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama sebagai Sekretaris Umum (2006-2009) dan Ketua Umum (2009-2012). Margaret juga menjadi Wakil Koordinator Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (2009-2015) dan Sekretaris Umum (2015-2020).


Kepeduliannya terhadap isu Perempuan dan anak sangat tinggi. Perempuan yang juga Komisioner KPAI periode 2017-2022 ini diketahui bergabung dengan lembaga penelitian perempuan, Women Research Institute (WRI).


Di sana, ia melakukan sejumlah penelitian terkait perempuan dan anak meliputi, Kehidupan Perempuan Pesantren yang Dipoligami serta Dampaknya terhadap Anak-anak, Perempuan yang Bekerja di Salon SPA Jakarta, Perempuan Penderita HIV, Kebijakan tentang Terminal Tiga (terminal khusus TKI), implementasi dan dampak terhadap TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.


Profil Ai Maryati Solihah 

Ai Maryati Solihah lahir di Cianjur, 17 Desember 1980. Ia merupakan putri dari pasangan Komarudin Sarif dan Lilis Rohani. Ai digambarkan sebagai sosok yang memiliki minat besar pada dunia penyiaran public speaking, kajian keislaman, dan Jurnalistik.

 

Ia terkenal aktif dalam berbagai organisasi pembela hak-hak perempuan, hak anak, dan pegiat demokrasi. Ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sampai tingkat Pengurus Besar di Jakarta dan terpilih menjadi Ketua Umum Korps PMII Putri masa khidmat 2005-2008.

 

Selama didapuk sebagai Ketum Korps, ia juga diketahui banyak berkiprah dan membangun sinergi dengan KPAI terkait advokasi Anak dalam gerakan mahasiswa, advokasi UU Pornografi, dan menjabat Presidium Konsorsium nasional dalam Gerakan Perlindungan Perempuan Buruh Migran (GPPBM) dengan Komnas Perempuan.

 

Dedikasi dan integritasnya dalam dunia anak sangat mempengaruhi semangatnya sebagai Pengurus Pusat Fatayat NU sebagai Badan Otonom NU, Organisasi masa Islam terbesar di Indonesia.

 

Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×