Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maksimalkan Potensi Kader, PMII Bakal Bentuk 15 Lembaga Profesi

Maksimalkan Potensi Kader, PMII Bakal Bentuk 15 Lembaga Profesi
Ketua UmumPB PMII Muhammad Abdullah Syukri dan Ketua PB Kopri Maya Muizatil Lutfillah. (Foto: Istimewa)
Ketua UmumPB PMII Muhammad Abdullah Syukri dan Ketua PB Kopri Maya Muizatil Lutfillah. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Abdullah Syukri (Gus Abe) menjelaskan, pihaknya akan melakukan transformasi di bidang kaderisasi. Terdapat dua hal yang menjadi perhatian dalam transformasi di bidang kaderisasi ini yakni di lini profesional dan berbasis kebutuhan lokal.


Ia mengaku telah berkeliling dan menyapa kader PMII di 150 cabang dari 17 provinsi se-Indonesia. Dari perjalanannya itu, Gus Abe menemukan banyak kader yang multi-talenta di berbagai bidang profesi. Di antaranya dokter, advokat, notaris, pegiat petani dan ekonomi kreatif.


Namun sayangnya, PB PMII hingga kini belum memberikan ruang dan wadah dimensi bagi para kader untuk berkontribusi di organisasi dengan cara masing-masing. Selama ini, kata Gus Abe, PMII hanya memberikan ruang bagi wacana-wacana sosial-politik secara garis besar.


“Lagi-lagi kalau saya main ke cabang yang dibahas soal politik. Kalau saya main ke komisariat yang dibahas Pilkada, Pilgub, Pilpres. Ketika kader dari eksakta, teknik, kesehatan yang sebetulnya ingin berkontribusi tapi sayang tidak diberikan ruang dimensi ber-PMII dengan cara mereka,” ujar Gus Abe dalam Pengukuhan PB PMII masa khidmat 2021-2024 di Balai Sarbini Jakarta, Sabtu (26/6).


Karena itu, ia sudah menyiapkan solusi untuk menjawab persoalan yang dialami PMII pada bidang kaderisasi di lini profesional itu. Juli nanti, Gus Abe berkomitmen akan membuat 15 lembaga profesi di tubuh PMII.


“Kita akan mengumpulkan dokter-dokter muda, insinyur-insinyur muda, ilmuwan-ilmuwan muda PMII. Jumlahnya sangat banyak, kita tinggal mengelola saja,” jelas Magister Bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Universitas Duisburg-Essen, Jerman itu.


Ia mengibaratkan PMII seperti kebun yang sangat luas dan memiliki hasil bumi cukup banyak, tapi ketika dipanen kemudian dimasukkan ke dalam dapur, justru kebingungan apa yang hendak dimasak.


“Mungkin kalau mau masak nasi goreng atau sayur asam sudah bisa, tapi kalau masak menu yang lain kita belum bisa. Padahal bahan bakunya sudah ada. Maka dari itu ini penting sekali membuat lembaga profesi di PMII yang sebenarnya sudah ada bahan bakunya,” tegas Gus Abe.


Kemudian, ia pun akan melakukan transformasi kaderisasi berbasis kebutuhan lokal. Sebagai contoh, PC PMII Indramayu di Jawa Barat telah konsisten membangun berbagai isu dan gerakan di bidang pertanian.


Namun sayang, sistem kaderisasi yang ada di PMII hanya membahas berbagai persoalan tapi tidak mendalam dan terperinci. Bahkan yang disuguhkan pun hanya materi-materi yang bersifat normatif.


“Kita harus memetakan kebutuhan materi kaderisasi di setiap daerah agar mereka semua bisa terserap keilmuannya. Ada lagi cabang yang concern di bidang industri, kepenulisan, dan jurnalistik. Banyak sekali. Maka dari itu harus ada sistem kaderisasi multidimensi yang bisa menjawab tantangan kaderisasi yang berbeda-beda itu,” pungkas Gus Abe.


Sementara itu, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) berkomitmen akan senantiasa menjadi organisasi yang peduli terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dan peradaban. Terutama terhadap kasus-kasus yang tidak menyenangkan yang terjadi pada perempuan.


“Kita harus bisa menjadi wadah untuk memberikan solusi dan bisa memecahkan permasalahan yang terjadi pada perempuan,” tegas Ketua PB Kopri Maya Muizatil Lutfillah.


Selain itu, ia berharap agar seluruh kader dan pengurus Kopri di semua tingkatan menjadi perempuan yang maju dan mandiri yakni memiliki jiwa kepemimpinan yang matang, siap mengambil risiko, dan berani bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.


“Kader Kopri yang maju adalah kader yang memiliki mental yang kuat, pengetahuan yang mumpuni, serta spiritualitas yang tinggi,” jelas Maya.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×