Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Mari Sukseskan Vaksinasi Booster

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Mari Sukseskan Vaksinasi Booster
Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Mari Sukseskan Vaksinasi Booster.
Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Mari Sukseskan Vaksinasi Booster.

Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam pelaksanaan vaksinasi booster yang akan dimulai pada 12 Januari mendatang demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.


“Vaksin booster ini diharapkan menjadi perhatian bersama untuk kita sukseskan juga. Masyarakat harus produktif dan berkarya. Untuk tujuan itu, masyarakat harus sehat," terang dr Fariz kepada NU Online, Kamis (6/1/2021).


Pada konteks pandemi yang belum berakhir hingga saat ini, dr Fariz mengimbau masyarakat harus dalam kondisi status imunitas yang kuat dan protektif terhadap risiko terinfeksi Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.


“Bagi yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19, diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan vaksin booster,” paparnya.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon ini mengungkapkan dua kondisi yang melandasi pentingnya menjalankan vaksinasi booster. Pertama, ia menilai bahwa terdapat respons imun yang berkurang setelah sedikitnya 8 bulan pasca-vaksinasi. Hal tersebut dikhawatirkan dapat membuat imunitas baik perorangan maupun komunitas menurun. 


Kedua, sambung dr Fariz, munculnya varian-varian virus Covid-19 akibat adanya mutasi. Kedua hal ini memerlukan strategi khusus untuk meningkatkan status imunitas seseorang terhadap Covid-19 dan memperluas cakupan proteksi vaksin terhadap berbagai varian yang ada.


“Jadi, bila seseorang tidak menerima vaksin booster dikhawatirkan kemungkinan terinfeksi lebih besar dibandingkan dengan yang mendapat vaksin booster,” ungkapnya.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled Cirebon tersebut mengatakan bahwa vaksin booster boleh dilakukan menggunakan jenis yang sama atau beda dengan dua dosis vaksin yang diterima sebelumnya. Efek samping yang ditimbulkan dari vaksinasi booster pun termasuk dalam kategori ringan.


“Efek samping vaksin booster kurang lebih sama dengan vaksin dosis 1 dan 2. Begitupun terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dan kita ketahui bersama bahwa vaksin Covid-19 aman dengan laporan yang menunjukkan sedikitnya efek samping yang muncul, dengan sebagian besar termasuk dalam kategori ringan,” ungkap Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon itu.

Data vaksinasi per 6 Januari 2022 mencatat sebanyak 168.332.038 juta populasi penduduk Indonesia atau 80,83 persen dari total target sasaran vaksinasi telah menerima vaksinasi dosis satu. Sebanyak 115.824.648 juta atau 55,61 persen telah menerima vaksinasi dosis 2, dan 1.297.372 juta telah menerima vaksinasi dosis tiga.

Sasaran vaksinasi tersebut meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum termasuk anak-anak usia 12-17 tahun.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×