Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

PBNU Minta Tenaga Kesehatan Masyarakat Bantu Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri

PBNU Minta Tenaga Kesehatan Masyarakat Bantu Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri
Halaman muka Gedung PBNU (Foto: NU Online/Suwitno)
Halaman muka Gedung PBNU (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dr H Makky Zamzami meminta pihak rumah sakit dan terutama pemerintah daerah untuk melibatkan tenaga kesehatan masyarakat agar bisa membantu pasien Covid-19 saat sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.


“Jadi tenaga kesehatan masyarakat ini yang bisa membantu pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Bisa diberdayakan anak-anak mahasiswa atau lulusan kesehatan masyarakat untuk membantu mengawal masyarakat saat isolasi mandiri, tentu dengan pengawasan dari para dokter,” tutur dr Makky, Kamis (1/7). 


Para tenaga kesehatan masyarakat itu diharapkan mampu melakukan pemahaman atau edukasi secara masif dan berkelanjutan kepada masyarakat. Misalnya tentang cara agar virus tidak menular meskipun berada dalam satu ruangan. 


“Iya jadi tenaga kesehatan masyarakat itu intinya mengawal pasien yang sedang isolasi mandiri di rumah. Memberi tahu tentang bagaimana menjaga kesehatan. Jadi tugasnya bersifat monitoring begitu,” tutur dr Makky.


Fokus penanganan pandemi
Selanjutnya, dr Makky meminta kepada pemerintah pusat untuk fokus menangani pandemi Covid-19. Dengan kata lain, jangan sampai ada isu atau keributan lain sehingga tugas penanganan pandemi jadi terbengkalai. Ia juga mengingatkan kepada media massa untuk tidak sembarang memberitakan hal-hal yang tidak lebih penting dari Covid-19 karena terus menggejala di negeri ini. 


“Mungkin kalau selama ini media kita sering menyoroti RS yang penuh, penularan yang cepat, dan kekhawatiran sehingga membuat takut atau stress masyarakat, maka sekarang media mesti membantu menjelaskan bagaimana cara agar kita bisa terlepas dari itu semua,” katanya.


“Misalnya, memberitakan tentang bagaimana cara melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan. Beritakan juga soal bagaimana praktik aktivitas yang aman selama pandemi. Jadi media juga berperan membantu membingkai kabar baik untuk masyarakat dalam kondisi sekarang ini. Jangan memberitakan isu-isu yang tidak penting,” terang dr Makky.


Lebih dari itu, dr Makky meminta agar terdapat pemberitaan tentang jadwal dan sentra vaksinasi terdekat di setiap daerah. Hal ini bertujuan supaya masyarakat mengetahui kapan dan di mana mereka harus melakukan vaksinasi. 


“Jadi media membantu menekan vaksinasi massal di berbagai daerah, sehingga masyarakat jadi tahu jadwal dan tempat vaksin,” tuturnya. 


Data vaksinasi nasional
Data per 30 Juni 2021, dilansir dari situs resmi Satgas Penanganan Covid-19 (https://covid19.go.id/berita/data-vaksinasi-covid-19-update-30-juni-2021), sebanyak 974.369 orang telah divaksinasi dosis pertama sehingga total keseluruhan yang telah menerima dosis pertama sebanyak 29.279.142 orang.


Penerima vaksin Covid-19 hingga dosis kedua juga bertambah 135.761 orang. 


Sementara itu, Kementerian Kesehatan (www.vaksin.kemkes.go.id) mencatat bahwa terdapat empat kelompok masyarakat yang sudah menerima vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua. Keempat itu adalah tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lansia di atas 60 tahun, dan tenaga pendidik.


Tenaga kesehatan yang baru menerima dosis pertama sebanyak 1.552.389 orang, sedangkan yang sudah menerima dosis kedua 1.415.009 orang. Sedangkan petugas publik, sebanyak 22.850.505 orang baru menerima dosis pertama dan 9.243.834 sudah menerima dosis kedua.


Untuk orang lansia di atas 60 tahun, terdapat 4.724.536 orang menerima vaksin dosis pertama dan 2: 2.748.543 orang menerima dosis kedua. Kemudian sebanyak 2.061.165 orang tenaga pendidik baru disuntik vaksin dosis pertama, sedangkan 1.362.228 orang sudah menerima vaksin dosis kedua. 


Daftar vaksinasi online
Pemerintah telah membuat pendaftaran online vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas. Pendaftaran online itu sudah bisa dilakukan mulai Kamis (1/7) hari ini melalui situs www.loket.vaksin.com (https://vaksin.loket.com/).


Jika sudah mendaftar, masyarakat akan bisa mendatangi lokasi vaksinasi sesuai jadwal yang telah dipilih. Pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum ini dilakukan di fasilitas kesehatan yang memang membuka layanan vaksinasi. 


Setelah masuk ke laman itu, kita diarahkan untuk mengklik atau memilih lokasi vaksinasi. Kemudian pilih tanggal dan jam kedatangan dan isi data dengan lengkap. Setelah selesai, kita akan mendapatkan voucher elektronik yang dikirim melalui email dan WhatsApp.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Abdullah Alawi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×