Nasional

Prabowo Tegaskan Pentingnya Kekuatan Negara, Singgung Pertahanan di Gaza Palestina

Ahad, 7 Januari 2024 | 20:15 WIB

Prabowo Tegaskan Pentingnya Kekuatan Negara, Singgung Pertahanan di Gaza Palestina

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. (Ilustrasi: NU Online/Aceng)

Jakarta, NU Online

Dalam debat capres ketiga, calon nomor 2 Prabowo Subianto mengingatkan peran penting kekuatan negara sebagai alat untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia. Prabowo menyebutkan, makna tersebut dapat ditinjau dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.


"Dengan demikian kita kembali kepada dasar kita tujuan nasional yang tercantum dalam UUD kita dan pembukaan UUD 1945 tercantum sangat tegas bahwa tujuan nasional kita yang pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jadi fungsi dari negara yang pertama adalah melindungi pertahanan," kata Prabowo, dalam debat capres ketiga di Istora Senayan, Jakarta pada Ahad (7/1/2024).


Prabowo mengatakan bahwa negara Indonesia dengan penuh sumber daya alam ini, menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan jika tidak memiliki pertahanan yang baik. Terlebih lagi, Indonesia memiliki sejarah pernah terjajah dan juga terjadi politik adu domba yang memecah belah bangsa Indonesia.


"Kita memahami negara kita sangat besar sangat kaya, ratusan tahun negara-negara dari jauh datang ke nusantara uni untuk intervensi untuk mengganggu untuk adu domba dan untuk mencuri kekayaan kita sampai kita merdeka," kata dia.


Dalam debat capres ketiga itu Prabowo mengungkapkan, pertahanan yang jitu dapat serta merta menjadi sebuah lumbung kemakmuran untuk seluruh rakyat yang hidup di negara Indonesia.


"Kita pun harus berhadapan dengan kekayaan kita diambil dengan murah. Karena itu untuk kita menjadi negara adil dan makmur kita menjadi negara sejahtera untuk rakyat kita hidup layak, punya pekerjaan layak kita harus menjaga kekayaan kita. Kita harus menjaga dan habis itu harus mengelola kekayaan kita," jelasnya.


Dalam konteks politik luar negeri, Prabowo menegaskan tradisi non-blok Indonesia sejak awal kemerdekaan. Ia berjanji untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh kekuatan dan mengambil langkah-langkah yang mendukung kepentingan nasional.


"1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita akan menjalankan politik tetangga baik. Saudara-saudara sekalian kita bertekat harus punya pertahanan yang kuat," tegasnya.


Prabowo menyatakan bahwa ia berpegang pada doktrin, strategi nasional, dan seluruhnya demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Ia meyakinkan bahwa hanya dengan memiliki pertahanan yang kuat, Indonesia akan dihormati dan kepentingan nasional tetap terjaga.


"Saya mampu mempertanggungjawabkan dan saya berkeyakinan hanya dengan pertahanan yang kuat kita akan dihormati kita akan menjaga kepentingan nasional kita," katanya.


Prabowo singgung pertahanan di Gaza

Pidato tersebut juga mencerminkan pandangan Prabowo tentang kekuatan nasional, di mana keberadaan kekuatan militer dianggap sebagai prasyarat penting untuk mencegah penindasan dan pemerasan terhadap bangsa, seperti yang terjadi di Gaza dan tempat-tempat lainnya dalam sejarah peradaban manusia.


"Kalau kita buka buku ilmu pengetahuan paling dasar kekuatan nasional harus ada kekuatan militer tanpa kekuatan militer sejarah peradaban manusia mengajarkan bahwa bangsa itu akan dilindas seperti di Gaza seperti saat ini, akan diambil kekayaannya akan diusir dari tanah airnya, tidak bisa tidak kita harus kuat, kita harus kuat," kata dia.