Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Presiden Jokowi Sebut KH Dimyati Rois Ulama Teladan Pemupuk Kemandirian Ekonomi

Presiden Jokowi Sebut KH Dimyati Rois Ulama Teladan Pemupuk Kemandirian Ekonomi
Presiden Joko Widodo. (Foto: Setpres)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Setpres)

Jakarta, NU Online

Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa atas kepulangan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) KH Dimyati Rois ke haribaan ilahi pada Jumat (10/6/2022) dinihari, pukul 1.13 WIB.


“Saya atas nama pribadi, bangsa, dan negara, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya ulama kharismatik Bapak Kiai Haji Dimyati Rois pada hari Jumat 10 Juni 2022 pukul 1 lebih 13 Waktu Indonesia bagian Barat,” ujarnya melalui video yang diunggah melalui akun media sosialnya pada Jumat (10/6/2022) siang.


Jokowi menyebut Almarhum Abah Dim, sapaan akrab KH Dimyati Rois, sebagai sosok ulama yang berpengatahuan luas. Namun, hal tersebut tidak mengurangi sikapnya yang tawadhu dan sederhana. Meskipun demikian, sosok Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu wal Fadilah itu tetap disegani dan dihormati oleh banyak kalangan.


“Beliau adalah ulama besar yang berpengatahuan luas, tawadhu penuh kesederhanaan, disegani dan dihormati berbagai kalangan,” kata presiden kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 21 Juni 1961 itu.


Presiden Jokowi mengenang Almarhum Abah Dim sebagai ulama teladan yang menanamkan kemandirian kepada para santrinya. “Semasa hidupnya, Abah Dim juga menjadi teladan kita semua untuk memupuk kemandirian di bidang ekonomi serta mengajarkan santrinya berwirausaha,” katanya.


Oleh karena itu, Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan Almarhum Abah Dim agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt. “Mari kita doakan Abad Dim mendapat tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala,” ajaknya.


Abah Dim lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Sebelum itu, ia juga ngangsu kaweruh di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah selama belasan tahun.


Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung Tahun 2021 lalu, Abah Dim terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Ia mendapatkan suara terbanyak pada saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, ia menentukan Rais Aam Syuriyah PBNU. Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur Tahun 2015, Abah Dim juga terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahwa.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×