Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Resmikan Enam Rumah Ibadah, Wapres: Keragaman adalah Keniscayaan

Resmikan Enam Rumah Ibadah, Wapres: Keragaman adalah Keniscayaan
Peresmian enam rumah ibadah di Universitas Pancasila. (Foto: Istimewa)
Peresmian enam rumah ibadah di Universitas Pancasila. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa toleransi bukanlah gagasan baru. Toleransi telah menjadi warisan budaya adiluhung yang telah hidup dan membersamai bangsa Indonesia sejak ratusan tahun silam. Perbedaan adalah urat-nadi kehidupan sosial-budaya bangsa Indonesia.


Wapres menegaskan bahwa keragaman adalah keniscayaan. Kesadaran berbeda dan saling menghargai sudah disadari oleh para leluhur bangsa Indonesia yang memunculkan banyak contoh kehidupan toleransi yang dipraktikkan bangsa Indonesia.  Sehingga, tauladan pengetahuan dan toleransi dari para pendahulu ini harus terus dipupuk oleh segenap bangsa Indonesia yang selanjutnya dengan kesadaran tersebut, perbedaan menjadi sumber kekuatan untuk kemajuan.


“Kehidupan toleransi bangsa Indonesia dengan perekatnya Pancasila sudah menjadi inspirasi bangsa-bangsa lain. Mereka datang ke Indonesia untuk belajar Pancasila dan mengelola perbedaan, baik perbedaan suku, agama, golongan maupun pilihan politik,” katanya setelah meresmikan enam rumah ibadah yang dibangun di lingkungan kampus Universitas Pancasila Jakarta, Rabu (5/1/2022).


Ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan Universitas Pancasila dengan membangun enam rumah ibadah secara berdekatan. Selain menjadi simbol persaudaraan dan toleransi, langkah nyata ini juga menjadi daya dorong kemajuan bangsa melalui perbedaan.


“Saya berharap enam rumah ibadah ini tidak hanya dijadikan sebagai simbol toleransi semata namun juga bisa menjadi bentuk untuk memperkuat sinergitas lintas agama,” pungkasnya.


Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga hadir pada acara tersebut mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa meningkatkan kesadaran akan pentingnya memosisikan nilai-nilai agama sebagai inspirasi dan motivasi dalam berbuat kebaikan.

"Mari kita jadikan rumah ibadah yang kita bangun ini menjadi pusat persemaian pemahaman keagamaan yang moderat," harap Menag.

 
Menag juga menjelaskan bahwa pemerintah mencanangkan tahun 2022 ini sebagai Tahun Toleransi. Hal ini menurutnya akan menjadi milestone atau pencapaian atas upaya menjadikan Indonesia sebagai barometer kerukunan umat beragama di dunia.

"Saya meyakini Indonesia mampu, karena pada dasarnya karakter masyarakatnya adalah sangat toleran dan sangat menghargai perbedaan," ujar Menag.


Hadir dalam peresmian Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno, para tokoh lintas agama, perwakilan kementerian/lembaga negara, dan perwakilan negara sahabat.


Enam rumah ibadah yang diresmikan tersebut adalah Masjid At-Taqwa, Gereja Katolik Santo Petrus, Graha Layanan Kristen, Vihara Dhamma Sasana, Pura Widya Santika, dan Klenteng Kebajikan Agung.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×