Ribuan Ojol Antar Pemakaman Pejuang Keadilan Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak
NU Online · Jumat, 29 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) ikut mengantarkan Pejuang keadilan Affan Kurniawan (21) ke peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025).
Akibat kerumunan peziarah, tampak lalu lintas di kawasan tersebut tersendat hingga beberapa kilometer. Meski begitu, ojol bahu-membahu menertibkan jalanan sehingga tidak terjadi macet yang berkepanjangan.
Kakek Affan Kurniawan, H Fahrudin (73) berharap agar polisi dapat menindak pelaku, terutama sang sopir kendaraan taktis (rantis) yang dipakai melindas tubuh Affan.
"Harapannya aparat pemerintah berjalan sesuai dengan fungsinya, memberikan keadolan seadil-adilnya," katanya kepada NU Online usai pemakaman.
Fahrudin menceritakan bahwa Affan tidak ikut berdemontrasi, melainkan terjebak dalam situasi kawasan Pejompongan, pada Kamis (28/8/2025).
"Saya berharap anak-anak Ojol, teman-teman ojol menjaga kondisi karena memang perjuangan belum berakhir," katanya.
Ia berharap, agar ojol juga bisa mendapatkan upah yang layak, sesuai dengan upah minimun regional (UMR) setempat.
"Ke depan teman-teman bisa mendapatkan kesejahteraan yang cukup, itu pun sudah senang," jelasnya.
Bendahara PBNU Jusuf Hamka juga turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Affan.
"Saya tidak mengerti kenapa Ojol menjadi korban, ini menjadi kesedihan seluruh rakyat Indonesia bukan hanya saya saja. Hati kita boleh panas, hati kita boleh panas, kepala kita tetap dingin," katanya.
Pemakaman juga dihadiri oleh Bendahara PBNU Jusuf Hamka, Anggota DPR RI Fraksi PDI P Rieke Diah Pitalokka, dan Kapolda Metro Irjen Asep Edi Suheri.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua