Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Tiga Langkah Pertama Gus Yaqut Saat Jabat Menteri Agama

Tiga Langkah Pertama Gus Yaqut Saat Jabat Menteri Agama
H Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Tangkapan layar video Sekretariat Presiden)
H Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Tangkapan layar video Sekretariat Presiden)

Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo telah menunjuk Ketua Umum GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menjadi Menteri Agama Republik Indonesia yang baru menggantikan posisi Fachrul Razi. Penunjukan itu dilakukan di Istana Merdeka, Selasa (22/12).


Dalam kesempatan sambutannya sebagai calon menteri agama, ada tiga hal yang akan menjadi fokus utama Gus Yaqut. Pertama, menjadikan agama sebagai sumber kebaikan, bukan ‘tunggangan’ politik.


“Yang akan saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi. Artinya, agama bukan alat politik untuk menentang pemerintah atau merebut kekuasaan. Agama biar menjadi inspirasi dan membawa kebaikan dan perdamaian,” jelas Gus Yaqut saat menyampaikan keterangan persnya.


Hal kedua yang akan dilakukan adalah meningkatkan persaudaraan dalam tiga kerangka ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (Persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).


Menurut Gus Yaqut, meningkatkan ukhuwah Islamiyah sangat penting di Indonesia sebab mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim. Menurutnya, perbaikan persaudaraan sesama umat Islam, akan mengantarkan pada peningkatan perdamaian di tengah-tegah bangsa.


Persaudaraan lain yang kelak akan diperjuangkan Gus Yaqut adalah meningkatkan ukhuwah wathaniyah. Ia meyakini bahwa kemerdekaan dan perbaikan lain yang diraih Indonesia bukan merupakan kinerja satu agama saja. “Kemerdekaan diraih karena perjuangan semua agama. Semua berhak memiliki negara ini,” tambahnya.


Ukhuwah terakhir yang penting ditegakkan menurutnya adalah ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama umat manusia. Kesadaran akan pentingnya persaudaraan antarsesama umat manusia penting diperjuangkan. “Mereka yang tidak bersaudara dalam iman merupakan saudara dalam kemanusiaan,” kata Gus Yaqut.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan akan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama. “Ketiga, bagaimana memajukan semua lembaga pendidikan agama di lingkungan kementerian agama, termasuk di dalamnya pondok pesantren,” lanjutnya.


Gus Yaqut merupakan salah satu dari enam menteri baru yang ditunjuk dan diperkenalkan Jokowi di Istana Presiden. Selain Gus Yaqut, Jokowi juga memperkenalkan lima menteri lainnya  yakni Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Gunadi Sadikin sebagai Kementerian Kesehatan, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.


Pewarta: Ahmad Rozali
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×