Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Yenny Wahid: Pancasila Menjadikan Keberagaman sebagai Keistimewaan

Yenny Wahid: Pancasila Menjadikan Keberagaman sebagai Keistimewaan
Yenny Wahid. (ist)
Yenny Wahid. (ist)

Jakarta, NU Online

Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2022. Melalui akun instragramnya, Yenny mengunggah foto tempo dulu yang terdapat tulisan ‘Madrasah Pantja Sila Nahdlatul Ulama’. Kemudian ia membubuhi keterangan di dalam foto itu dengan menjabarkan pemaknaan terhadap Pancasila. 


“Bagi saya pribadi Identitas Pancasila dalam diri umat Islam di Indonesia menjadikan keberagaman sebagai suatu keistimewaan dari apa yang Tuhan berikan,” ungkap Yenny, sebagaimana dikutip NU Online dari akun Instagram pribadinya @yennywahid, pada Rabu (1/6/2022). 


Sebagai warga negara yang setiap hari menghirup udara di Indonesia, Yenny mengaku selalu bersyukur atas anugerah dari Tuhan. Sebab hingga kini, semua orang yang mengidentifikasikan identitas pada Pancasila dapat senantiasa menunjukkan kerukunan dan saling menghormati, meski berbeda keyakinan. 


Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga memberikan pemaknaan terhadap Pancasila, sebagai umat beragama. Menurutnya, Pancasila telah sejalan dengan agama, karena terdapat kesamaan nilai di antara keduanya. 


“Sebagai umat beragama, bagi saya pribadi nilai-nilai Pancasila telah sejalan dengan ajaran Islam karena memuat hampir seluruh aspek kehidupan, yakni ketauhidan (al-Tauhid), kemanusiaan (al-insaaniyah), persatuan (al-wahdah), musyawarah (al-ijma’), dan keadilan (al-adalah),” jelas Yenny. 


“Sebagaimana kita tahu juga, NU sebagai organisasi keagamaan terbesar telah menyepakati bahwa Pancasila sebagai landasan negara yang sesuai dengan hukum Islam,” pungkasnya.


Diketahui, pada setiap tanggal 1 Juni kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Keppres tersebut menetapkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir nasional. Karena itu, pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia ditetapkan untuk turut serta memperingati Hari Lahir Pancasila.


Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 2022 memiliki tema yang telah ditetapkan pemerintah yakni ‘Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia’. Tema ini merupakan refleksi dari kemampuan bangsa Indonesia untuk bangkit setelah dua tahun dihadapkan pada masa-masa sulit pandemi Covid-19.


Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila berdasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia harus diketahui asal-usulnya oleh bangsa Indonesia, dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi sehingga kelestarian dan kelanggengan Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 


Kedua, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dipimpin dr KRT Radjiman Wedyodiningrat telah menyelenggarakan sidang yang pertama pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dengan agenda sidang membahas tentang dasar negara Indonesia merdeka. 


Ketiga, untuk pertama kalinya Pancasila sebagai dasar negara diperkenalkan oleh Ir Soekarno di depan sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.


Keempat, sejak kelahirannya pada 1 Juni 1945, Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan dan disepakati menjadi rumusan final pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 


Kelima, rumusan Pancasila sejak 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, rumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 hingga rumusan final pada 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.


Keenam, pada 18 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Konstitusi berdasarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2008 sehingga untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia perlu ditetapkan Hari Lahir Pancasila. 


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×