Mengenal Swara Nahdlatoel Oelama, Media Berita Pertama Milik Nahdlatul Ulama
Ahad, 10 Agustus 2025
Pada masa kolonial, terutama pada awal abad 20, pers yang dikelola oleh Bumiputera mulai berkembang seiring dengan kebangkitan nasional. Hampir setiap partai politik, organisasi, perkumpulan atau sekadar studi club memiliki corong persnya sendiri, yaitu De Expres (Indische Partij), Saroetomo dan Oetoesan Hindia (Sarekat Islam), serta Indonesia Merdeka (Perhimpunan Indonesia).
Kesadaran menggunakan pers sebagai media informasi dan propaganda juga dirasakan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Semenjak berdiri pada 31 Januari 1926, setidaknya ada tiga pers yang diterbitkan oleh NU mulai, yaitu Swara Nahdlatoel Oelama, Oetoesan Nahdlatoel Oelama, Berita Nahdlatoel Oelama, dan Soeloeh Perdjuangan.
Dari sekian media pers yang diterbitkan oleh NU, majalah Swara Nahdlatoel Oelama merupakan media tertua. Tak ada catatan pasti sejak kapan Swara Nahdlatoel Oelama tersebut diterbitkan. Salah satu terbitan tertua yang masih tersimpan di perpustakaan PBNU dan juga Arsip Nasional adalah edisi nomor 6 tahun ke-1 pada Jumadats Tsaniyah 1346 H. Jika merujuk pada nomor tersebut, dapat dipastikan edisi pertama terbit pada Muharam 1346 H atau sekitar Juli 1927 M. Sekitar empat bulan sebelum muktamar kedua NU.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
6
Kapolda Metro Jaya Diteriaki Pembunuh oleh Ojol yang Hadir di Pemakaman Affan Kurniawan
Terkini
Lihat Semua