Daerah

Atasi Pergaulan Bebas, Remaja Perlu Didorong Berkegiatan Positif

Ahad, 24 November 2019 | 09:30 WIB

Atasi Pergaulan Bebas, Remaja Perlu Didorong Berkegiatan Positif

Ketua PC LKKNU Jember, Subakri menyerahkan sertifikat kepada Ketua PC LKNU Jember, Irma Prasetyowati usai menjadi narasumber dalam Bimwin Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Angkatan ke-XLVII Tahun 2019 di aula PCNU Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Prilaku remaja dewasa ini cukup merisaukan. Berita-berita tentang pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya yang melibatkan remaja sebagai pelaku, tak terlalu susah didapatkan. Begitu juga soal seks bebas, seolah menjadi budaya, lebih-lebih saat merayakan sebuah keberhasilan lulus sekolah, misalnya.

 

Itu semua tentu saja cukup mencemaskan, karena kecenderugan yang mendera sebagian remaja sudah menjebol batas-batas kewajaran.

 

Kecemasan itu diungkapkan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Irma Prasetyowati saat menjadi narasumber dalam Bimwin Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Angkatan ke-XLVII Tahun 2019 di aula PCNU Jember, Sabtu (23/11).

 

Menurutnya, seks bebas di kalangan remaja merupakan renomena yang tak boleh dibiarkan terus terjadi. Dikatakannya, satu kasus saja seks bebas terjadi, itu sudah cukup mengkhawatirkan, apalagi berkasus-kasus.

 

“Sehingga memang harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk mengatasi itu,” ungkapnya.

 

Bisa jadi kecemasan yang dirasakan oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember itu, tidak berlebihan. Sebab seks bebas yang muncul ke permukaan adalah yang terekspos media karena ditangani polisi dan sebagainya. Sementara yang tidak tercium media, tentu masih ada bahkan mungkin banyak.

 

Bahkan menurut Irma, ada sebuah daerah di kawasan tapal kuda, sekelompok remaja menggelar arisan uang yang jika didapat, maka uang itu untuk foya-foya, termasuk menyewa PSK (pekerja seks komersial).

 

“Jadi sudah sejauh itu prilaku sebagian remaja kita,” terangnya.

 

Oleh karena itu, kata Irma, remaja perlu terus didorong untuk berkegiatan yang positif dan menjauhi pergaulan bebas. Dengan kegiatan yang positif tentu akan berkurang frekuensi dalam pergaulan bebas, yang notabene kerap mengarah pada budaya seks bebas.

 

“Para kiai, para tokoh masyarakat juga punya peran penting untuk mendorong remaja agar lebih baik, sehingga tidak terkontaminasi pergaulan bebas. Dan energinya tersalurkan untuk kegiatan yang positif,” ungkapnya.

 

Irma juga menegaskan pentingnya remaja memahami dan mengenal fungsi alat reproduksinya. Sebab, dengan mengenal secara mendalam, maka akan timbul keinginan untuk memelihara sekaligus memperlakukan secara baik terhadap alat reproduksi yan dimilikinya.

 

“Lebih dari itu, semua organ dalam tubuh ada pertanggungjwabannya. Jangan digunakan sembarangan,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi