Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bersih-bersih Masjid di Sumenep Ajak Masyarakat Cintai dan Hidupkan Masjid

Bersih-bersih Masjid di Sumenep Ajak Masyarakat Cintai dan Hidupkan Masjid
Penyerahan secara simbolis alat bersih-bersih masjid pada kegiatan BBM di Majsid Al-Ikhlas Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (18/2). (Foto: istimewa)
Penyerahan secara simbolis alat bersih-bersih masjid pada kegiatan BBM di Majsid Al-Ikhlas Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (18/2). (Foto: istimewa)

Sumenep, NU Online

Dalam rangka memperingati Rajabiyah, Kamis (18/2), Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdhatul Ulama (LTMNU) Sumenep, Jawa Timur menggelar Bersih-bersih Masjid dan Mushala. Bersih-bersih Masjid kali ini berlokasi di Masjid Al-Ikhlas Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

 

Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya LTMNU Sumenep melaksanakan kegiatan serupa sekaligus peluncuran BBM di Masjid Besar An-Nur, Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih. Kegiatan diadakan sekaligus memeriahkan peringatan Harlah ke-98 NU versi Hijriah dan Harlah ke-50 LTMNU.

 

Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai Zubairi Karim menyampaikan pentingnya menghidupkan masjid, utamanya dalam menghidupkan amaliyah-amaliyah Ahlussunnah Waljamaah Annahdhiyah.

 

"Dengan kegiatan ini, warga masyarakat Desa Mandala, khususnya warga sekitar masjid diharapkan menjadi sadar akan arti penting mencintai dan menghidupkan masjid," ujar Kiai Zubairi.

 

Pihaknya juga menyinggung perihal pentingnya menjadi warga NU yang moderat. Menjadi ummatan wasathan sebagaimana tersimbolisasi pada tali lambang NU. Tidak terlalu kuat, juga tidak kendor, tapi pertengahan antara kuat dan kendor.

 

"Menjadi warga NU harus moderat. Tidak boleh menjadi konservatif. Juga tidak boleh liberal," ungkapnya.

 

Selai itu dikatakan, kegiatan ini sebenarnya bertujuan utama bukan sebatas bersih-bersih masjid semata. Tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana membuat kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan di Masjid Al-Ikhlas ini hidup.

 

"Warga masyarakat diharapkan bisa cinta pada masjid, yaitu dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh masjid," tegas Kiai Zubairi.

 

Lebih lanjut, ini menyampaikan bahwa bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. LTMNU Sumenep memiliki target kegiatan bertajuk 'Buka Puasa Bersama Masyarakat dan Santunan Anak Yatim di 100 masjid Se-Sumenep' selama bulan Ramadhan. 

 

"Sebelum buka bersama dan pemberian santunan anak yatim, sembari menunggu waktu berbuka puasa LTMNU akan bekerjasama dengan LDNU untuk mengisi kajian keagamaan menjelang waktu berbuka puasa. Harapannya warga masyarakat akan mendapatkan banyak pencerahan ruhani," lanjut Kiai Zubairi.

 

Acara berlanjut dengan aksi bersih-bersih masjid sekaligus pemberian cinderamata, jam dinding dan beberapa peralatan kebersihan dan cat dinding oleh Ketua LTMNU Sumenep Kiai Wakit Norussalam kepada takmir Masjid Al-Ikhlas dan KH Abdullah selaku tokoh masyarakat Desa Mandala. 

 

Dalam aksinya,tim BBM di bantu  Ansor Mandala, Banser Rubaru dan CBP PC IPNU-IPPNU Sumenep. Para relawan tampak kompak, saling bahu membahu membersihkan karpet masjid dengan vakum cleaner, mengepel lantai dan menyapu halaman masjid dan area sekitar masjid. 

 

Kiai  Wakit berharap agar ke depan kegiatan Bersih-bersih Masjid dan Mushala ini terus berlanjut hingga mencapai target 1000 masjid dan mushala di Kabupaten Sumenep. "Terlebih sebentar lagi bulan Ramadhan. Kita akan massifkan kegiatan-kegiatan keagamaan berbasis masjid. Tujuannya agar masjid menjadi hidup. Dari masjid-Nya, kita makmurkan bumi-Nya," pungkasnya.

 

Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×