Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Buka Mukerwil NU Lampung, Kiai Manan Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Buka Mukerwil NU Lampung, Kiai Manan Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata
KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU
KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU
Bandarlampung, NU Online
Ketua PBNU Abdul Manan Ghani menegaskan pentingnya sebuah jamiyah memiliki cita-cita dalam rangka mewujudkan eksistensi dan kekuatan organisasi. Ia mengibaratkan jika tidak ada cita-cita, maka tidak ada kakek yang akan menanam pohon kelapa dan tidak ada ibu yang mau menyusui anak-anaknya.

“Maka cita-cita harus ditulis, harus dilaksanakan dalam amal dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai cita-cita organisasi hanya sebatas konferensi, musyawarah kerja dan peringatan harlah saja. Banyak yang mengira besar dan bergerak namun ternyata tertidur,” tegas Kiai Manan saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah ke-1 PWNU Lampung di Asrama Haji Lampung, Ahad (1/7).

Terkait dengan Jamiyah NU, Kiai Manan mengingatkan bahwa NU merupakan Jamiyyah Dakwah Ijtimaiyyah Diniyyah (organisasi dakwah keagamaan) yang harus terus bergerak melakukan khidmah kepada umat. Pengurus berkewajiban untuk berkhidmat dengan ikhlas.

“Kewajiban pengurus untuk terus kerja nyata. Pengurus harus mengurus, jangan malah jadi urusan,” tegasnya selaras dengan tema besar yang diangkat pada Muskerwil tersebut yaitu Transformasi Karya Kata Menuju Karya Nyata, Kerja, Kerja, Kerja.

Diantara langkah yang bisa ditempuh agar cita-cita dan karya nyata mampu diraih dengan baik adalah memaksimalkan potensi jamaah. Kaderisasi para kader penggerak dan konsolidadi harus menjadi prioritas.

“Kalau NU mau diperhitungkan maka pengurus harus berkhidmah melayani jamaah. NU harus mandiri dengan maksimalisasi potensi jamaah. Minal jamaah ilal jamaah. Dari umat untuk umat. Kalau melihat terus keatas (penguasa, red) maka akan ditinggal umat,” tegasnya.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Muhammad Mukri menjelaskan bahwa kegiatan Mukerwil 1 tersebut akan menjadi awal langkah nyata NU Lampung dalam berkhidmat kepada warga NU di Bumi Ruwai Jurai.

“Kita berikhtiar agar program yang disepakati bisa diaktualisasikan. Tidak cukup wacana dan narasi saja namun bisa jadi amal nyata. Kita harus mewujudkan NU yang berdaya, bermartabat dan berkeadaban,” harapnya seraya mengingatkan Indonesia khususnya Lampung sangat mengharapkan kehadiran NU.

Ada empat program prioritas yang akan dilaksanakan oleh PWNU Lampung dan akan dibahas dalam Mukerwil tersebut. Menurut Rektor UIN Raden Intan Lampung ini, keempat program tersebut meliputi program dakwah, kesehatan, ekonomi dan pendidikan.

Mukerwil yang akan dilaksanakan selama dua hari mulai 1-2 Juli 2018 tersebut diikuti oleh seluruh pengurus wilayah dan pengurus cabang dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Kegiatan Mukerwil juga akan dibarengkan dengan Halal Bihalal serta Silaturahmi Nasional PBNU dengan ketua PWNU se-Indonesia.

Hadir pada acara pembukaan kegiatan ini, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ketua PBNU Bidang Ekonomi, Umarsyah, dan para pengurus PWNU serta seluruh pegurus cabang dari 15 Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×