Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Kader Ansor Lampung Timur Sajikan Cara Mengajar Kreatif

Kader Ansor Lampung Timur Sajikan Cara Mengajar Kreatif
Ketua PAC GP Ansor Waway Karya, Lampung Timur Mitahudin saat tampil di MetroTV (kiri)
Ketua PAC GP Ansor Waway Karya, Lampung Timur Mitahudin saat tampil di MetroTV (kiri)
Lampung Timur, NU Online
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, Provinsi Lampung Miftahudin mampu sajikan cara kreatif mengajar di tengah pandemi Covid-19. 
 
Hal ini dianggap kreatif sehingga Miftah sapaan akrabnya menjadi salah satu narasumber dalam acara Selamat Pagi Indonesia Akhir Pekan di salah satu televisi swasta nasional.
 
Acara ini berlangsung selama satu jam dan tayang di MetroTV bertemakan Hari Pendidikan Nasional. Terdapat dua narasumber lainnya yaitu Krizia Alexa  seorang ibu yang  memberikan pelajaran secara kreatif terhadap buah hati dan pengamat pendidikan Indra Karim.
 
Hal kreatif yang dilakukan oleh Miftah yakni memberikan materi atau pembelajaran via online kepada para muridnya. Miftah membuat video edukatif meski tidak berdurasi lama melalui aplikasi Likee. Ia mengaku dengan begitu murid-muridnya merespons dengan baik.
 
"Tips dan trik untuk dapat belajar salah satunya menggunakan media aplikasi yang sering diakses oleh para pelajar," katanya, Sabtu pagi (2/5).
 
Pria lajang yang berumur 24 tahun merupakan guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sabilil Huda ini merasa senang dapat menyampaikan materi via online. Ia mengaku bahwa dengan mengajar merupakan tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi. Apalagi kawasan pedesaan yang masih kurang tenaga pengajar.
 
"Waktu kecil memang pernah merasa ingin menjadi seorang guru. Tetapi setelah besar saya rasa profesi pengusaha lebih meyakinkan," katanya kepada NU Online yang bercita-cita sebagai pengusaha.
 
Disampaikan, kuliahnya dahulu pernah terputus karena kendala biaya. "Mudah-mudahan dengan menjadi guru honorer ini memberikan manfaat kepada murid-murid dan masyarakat sekitar saya yang notabene warga NU," ungkapnya.
 
"Saya menyerap apa yang saya dapat dalam bangku perkuliahan dan menuangkannya dalam belajar mengajar di sekolah meski sempat terputus," tambahnya.
 
Sementara itu, pakar pendidikan Indra Karim mengatakan bahwa ada 3 pusat pendidikan yaitu rumah, sekolah dan masyarakat. Menurutnya, dahulu  Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.
 
Masih menurut Indra, hal ini sangat efektif diterapkan di tengah pandemi Covid-19. "Kepada guru dan orang tua adalah hal yang baik telah melalukan kegiatan belajar secara kreatif sesuai wejangan Ki Hajar Dewantara," pungkasnya. 
 
Kontributor: Aisyah
Editor: Abdul Muiz 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×