Daerah

Karena Buruk Pengelolaan, Jombang Terancam Krisis Air

Ahad, 23 Februari 2014 | 10:09 WIB

Jombang, NU Online
Pembantu Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Didik Suprayogi menyatakan, kondisi ketersediaan air di kabupaten Jombang saat ini masih berlebih. Namun, jika tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin terjadi krisis air dalam rentang waktu 20 tahun mendatang.
<>
"Kalau kondisi air di Jombang sekarang ini surplus. Air masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Tetapi ancaman krisis air tetap ada, apalagi jika air yang lebih dari cukup ini tidak dikelola dengan baik," terang Didik usai seminar sehari “Memperingati Hari Air Sedunia” di aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (22/2).

Dia menjelaskan, pertambahan penduduk di Indonesia dan dunia menjadi faktor pendukung potensi terjadinya krisis air. Di samping itu, kemampuan alam menyerap dan menyimpan air yang semakin rapuh membuat potensi krisis air kian terbuka.

Kondisi itu, lanjut Didik, didukung labilnya alam yang tidak menyerap dan menyimpan air. "Krisis air terjadi, salah satunya karena kondisi alam. Jika tanaman hutan adalah tanaman yang kurang bisa menyerap air, ancaman krisis air semakin dekat," tambahnya.

Untuk menekan potensi terjadinya krisis air, Didik berharap adanya perbaikan perilaku manusia. Budaya menyia-nyiakan air hingga menggunakan air secara berlebihan perlu ditinggalkan. Termasuk melakukan peremajaan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air, pungkas Didik.

Seminar bertajuk "Menabung Air Sejak Dini untuk Menjaga Lingkungan Tetap Lestari" digelar menyongsong peringatan hari air sedunia yang jatuh pada 2 Maret mendatang. Seminar ini  dihadiri sedikitnya dua ratus siswa dari sejumlah SLTA di Jombang.

Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambak Beras menghadirkan pakar tanaman dan pertanian Kurniatun Hairiah serta pakar energi Teguh Utomo sebagai narasumber selain Didik Suprayogi.

"Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepada siswa agar sejak dini mau melakukan kegiatan yang mendukung kelestarian air," ujar Ketua panitia seminar Shanty Nicolas. (Syaifullah/Alhafiz K)