Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kiai Chalwani: Santri Tidak Usah Mikir Nanti Jadi Apa

Kiai Chalwani: Santri Tidak Usah Mikir Nanti Jadi Apa
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani. (Foto: NU Online/Naufa)
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani. (Foto: NU Online/Naufa)

Purworejo, NU Online
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani, menanamkan kepada para santri agar di pesantren tidak usah berpikir apa-apa kecuali mengaji, sekolah, dan shalat berjamaah.


“Saya dulu di pesantren juga dinasihati begitu: tidak usah mikir besok jadi apa, yang penting mengaji. Ternyata setelah di rumah, apa-apa jadi malah. Enggak pernah mikir kelak jadi apa, tapi apa-apa jadi. Allah-lah yang menjadikan,” kata Kiai Chalwani dalam Haflah Khataman Akhirussanah ke-43 Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Sabtu (25/6/2022) malam.


Anggota DPD-RI Jawa Tengah 2004-2009 itu menegaskan, tugas kita yang penting adalah melaksanakan kewajiban dari Allah swt.


“Kalau orang terbiasa melaksanakan kewajiban dari Allah, hati dikasih ketenteraman oleh Allah. Begitu kewajiban tidak dilaksanakan, ketenteraman diambil oleh Allah swt,” tutur Kiai Chalwani di depan ribuan santri dan tamu undangan.


Lebih lanjut, pendiri Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi itu menguraikan, ketika Allah swt mewajibkan kita menuntut ilmu, yang penting kita menuntut ilmu.


“Menuntut ilmu itu tidak sekadar wajib, tapi sangat diwajibkan. Maka kalimatnya: thalabul ‘ilmi fariidlatun, bukan fardlun. Ada ta’ mubalaghah: fariidlatun. Jadi menuntut ilmu itu sangat difardlukan, bukan sekadar fardlu,” kata alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri, menjelaskan hadis riwayat Imam Ibnu Majah.


Dikatakannya bahwa shalat, puasa, dan zakat itu hukumnya fardlu. Tetapi mencari ilmu tidak sekadar fardlun, melainkan fariidlatun atau sangat diwajibkan.


Sebelumnya, ketua panitia penyelenggara Muhammad Ghulam Musholly dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam acara tahunan ini. Yaitu khataman Al-Qur’an bin nadhor, khataman kitab madrasah diniyyah serta hiburan, yang digelar 24-26 Juni 2022.


Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu panitia dalam menyelenggarakan serta menyukseskan acara ini.


“Kami atas nama santri An-Nawawi senantiasa memohon doa restu kepada bapak-ibu wali santri yang ada di sini maupun di rumah, agar senantiasa diberi kesehatan dan keistiqamahan dalam mencari ilmu di pondok pesantren An-Nawawi tercinta,” imbuhnya.


Mewakili wali santri, KH M Nur Kholis dari Krapyak menyampaikan terima kasih, permohonan maaf, serta doa restu kepada pengasuh. Ia juga mengajak wali santri untuk bersyukur karena telah memondokkan anak-anak mereka yang merupakan suatu hidayah dari Allah swt.


“Semoga dengan mondok di pondok pesantren ini, anak-anak kita termasuk golongan pemuda-pemudi yang berjihad di jalan Allah swt,” tutur Kiai Nur Kholis dalam Bahasa Jawa.


Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dari Kediri, Jawa Timur, memberi mau’idlah hasanah dalam acara ini. Tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purworejo KH Abdul Hadi, alumni, wali santri, dewan asatidz serta pejabat daerah setempat.


Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×