Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Konferensi IPNU-IPPNU Madrasah di Lamongan Gunakan Android

Konferensi IPNU-IPPNU Madrasah di Lamongan Gunakan Android
Suasana Konferensi PK IPNU-IPPNU di MANU Mazro'atul Ulum, Paciran, Lamongan, Jatim. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Suasana Konferensi PK IPNU-IPPNU di MANU Mazro'atul Ulum, Paciran, Lamongan, Jatim. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Lamongan, NU Online
Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Paciran unit Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Mazro'atul Ulum Paciran, Lamongan, Jawa Timur menggelar konferensi dengan lebih inovatif. Karena Laporan Pertanggungjawaban (Lpj) dan reformasi atau pemilihan ketua pengurus PK (Pimpinan Komisariat) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggunakan android.
 
"Salah satu visi saya untuk mengembangkan madrasah ini adalah dengan menjadikan sebagai madrasah yang berkemajuan. Salah satunya caranya saya tuangkan dalam konsep acara LPj dan reformasi atau pemilihan ketua tahun ini, yakni pemilihan berbasis android," kata Kepala MANU Mazro'atul Ulum Paciran, Yahya Nur Kholis di aula madrasah, Selasa (15/10).
 
Sebagaimana layaknya di tempat lain, konferensi PK IPNU IPPNU dilaksanakan 1 tahun sekali. Acara ini memiliki AD ART yang sudah tercantum dalam buku Rantatib sidang LPi yang sudah sejak dulu dipakai atau diterapkan sebagai struktur dan konsep acara. 
 
Namun ada yang berbeda dalam acara konferensi, khususnya pada acara pemilihan ketua PK IPNU-IPPNU tahun sebelumnya. Media yang digunakan untuk memperoleh suara masih menggunakan media kertas dan cara perhitungan pun masih manual. 
 
“Berbeda dengan tahun ini, penyaluran hak suara dalam acara pemilihan ketua PK IPNU-IPPNU sudah menggunakan media yang berbasis android,” terangnya.
 
Acara yang digelar di aula madrasah setempat tersebut diikuti siswa-siswi dengan ketentuan mereka harus memegang satu gawai atau smartphone guna menyalurkan hak suaranya yang difasilitasi melalui sebuah link.
 
“Untuk menghindari kesalahan, link sengaja sudah diprogram sedemikian rupa sehingga hanya mampu bekerja sekali pakai.  Artinya link akan terblokir Jika seseorang telah mengirim data yang telah terisi atau tidak bisa digunakan dua kali. Link juga dilengkapi dengan kode unik berupa nomor urut untuk mengidentifikasi banyaknya siswa yang golput,” jelasnya.
 
Namun terdapat kekurangan terhadap media pemilihan Ketua PK IPNU IPPNU tahun ini. 
 
“Siswa yang tidak memiliki akun google dalam smartphonenya tidak akan bisa mengakses link secara langsung. Sehingga dibutuhkan jalan keluar yakni meminjam smartphone kepada teman antar jenis,” ungkapnya. Sebab pada acara ini anggota IPNU memilih ketua IPNU, sedangkan anggota IPPNU memilih Ketua IPPNU, lanjutnya.
 
Seluruh siswa sangat aktif dan antusias dalam acara tahunan kali ini. Selain karena ada hal baru yang dianggap menarik untuk dicoba, mereka juga merasa tidak terbebani dengan acara yang sangat meminimalisasikan waktu.
 
Sekretaris Pengurus BP3 MNU Mazra'atul Ulum yang sekaligus Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paciran mengemukakan bahwa pelajar harus terus berubah.
 
"Jadi pelajar NU memanglah harus senantiasa 3b yakni belajar, berjuang, bertaqwa. Artinya aktif belajar bukan hanya di dalam kelas, berjuang memperjuangkan amalan dan mengurus organisasi NU juga senantiasa bertakwa kepada Allah yang Maha Esa," ujarnya.
 
Dalam acara pemilihan ketua PK IPNU IPPNU 2019 ini terdapat 3 pasang kandidat dengan hasil persentase perolehan suara 17,4 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 01 atas nama Muhammad Lathiful Affandi.
 
Sedangkan 60,9 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 02 atas nama Ahmad Wailadun Nazri dan 21,7 persen untuk kandidat ketua IPNU nomor urut 03 atas nama Yuyung Aji Susanto.  
 
Serta 6 persen untuk kandidat ketua IPPNU nomor urut 01 atas nama Aimmatul Ulyah , 51,5 persen bagi nomor urut 02 atas nama Nurrohmatillah Al-Maulidah juga 42,5 persen untuk Diah Silviana, nomor urut 03.
 
Pemilihan media pemilihan berbasis android ini dilakukan bukan tanpa alasan. 

“Selain untuk meminimalisasi gaptek di kalangan remaja, upaya ini juga dilaksanakan dalam rangka melestarikan sumber daya alam yakni meminimalisasi penggunaan kertas dari kayu,” tandasnya.
 
 
Pewarta: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×