Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Maksimalkan Fungsi Langgar, PPL Dibentuk

Maksimalkan Fungsi Langgar, PPL Dibentuk
Nur Yasin saat menyerahkan draf AD/ART PPL
Nur Yasin saat menyerahkan draf AD/ART PPL

Jember, NU Online

Langgar atau mushalla mempunyai peranan penting dalam membina generasi muda. Di pedesaan langgar menjadi tempat pertama kali anak-anak mengenal Al-Quran.

 

Demikian diungkapkan anggota DPR RI, H Nur Yasin saat meluncurkan Persatuan Pengelola Langgar (PPL) di kediamannya, Jalan S. Parman, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember Jawa Timur, Ahad (4/8).

 

Menurutnya, dulu langgar merupakan satu-satunya tempat mengaji anak-anak. Langgar dulu riuh dengan suara anak-anak yang mengaji dan belajar bacaan shalat, bahkan sampai nginep dan esoknya baru pulang setelah selesai bersih-bersih. Namun sekarang keriuhan anak-anak di langgar sudah tak terdengar lagi. Langgar terkesan sepi, tidak seramai dulu.

 

“Langgar sebagai tempat pertama saya belajar huruf alif, saya merasa terpanggil untuk memperhatikan dan mengembangkan langgar," tutur H Nur Yasin.

 

Ia berharap agar PPL dikembangkan sampai ke seluruh pelosok desa di wilayah Jember dan Lumajang guna memberikan sentuhan dan menghidupkan langgar dengan beragam kegiatan. Dikatakannya, langgar perlu dimaksimalkan kembali fungsinya sebagai persemaian bibit-bibit generasi Qur’ani.

 

“Makanya salah satu tugas PPL bukan sekadar meramaikan langgar dengan menggiatkan shalat berjama’ah misalnya, tapi juga mendorong masyarakat agar anak-anaknya belajar ngaji di langgar,” tukasnya.

 

Sementara itu, Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin menyatakan bersyukur dengan pembentukan PPL. Sebab PPL selain berfungsi mengelola langgar, juga sebagai ujung tombak penyebar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

 

“Mereka perannya penting sekali. Di situ jua ada kiai kampung sebagai benteng ajaran Aswaja,” jelasnya saat memberikan tausiyah.

Dalam pertemuan yang dikemas dengan Tasyakuran dan Doa Bersama itu, hadir sejumlah tokoh NU, diantaranya adalah Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin, Rais Syuriah PCNU Jember KH. Muhyiddin Abdusshomad, Ketua PCNU Kencong, KH Zainil Ghulam, Rais Syuriah PCNU Kencong, KH Achmad Laiq Atho’illah, dan sederet habaib serta kiai sepuh dari Jember dan Lumajang.

 

Pewarta : Aryudi AR



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×