Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Muliakan Orang Tua, Jalan Cepat Tercapainya Keinginan

Muliakan Orang Tua, Jalan Cepat Tercapainya Keinginan
Habib Hasanain bin Muhammad bin Yahya saat Ziarah Kubra dan Tahlil Umum dalam rangka Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren. (Foto: Istimewa)
Habib Hasanain bin Muhammad bin Yahya saat Ziarah Kubra dan Tahlil Umum dalam rangka Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren. (Foto: Istimewa)

Cirebon, NU Online 
Habib Hasanain bin Muhammad bin Yahya menyampaikan bahwa keinginan dapat lekas tercapai dengan memuliakan orang tua. Hal tersebut disampaikan saat Ziarah Kubra dan Tahlil Umum dalam rangka Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren.


“Ingin cepat datang ketika punya keinginan itu muliakan orang tua,” katanya di Maqbarah Gajah Ngambung, Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (6/8/2022).


Ia menyampaikan bahwa balasan yang Allah berikan yang dijanjikan Nabi Muhammad tentang birrul walidain (berbakti kepada orang tua) itu ternyata bukan cuma secara harfiah. Namun, para ulama menyampaikan bahwa berbuat baiknya anak terhadap orang tua bisa mendekatkan dengan harapan.


“Kalau yang belum dikasih pasangan, segera dipertemukan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Jagasatru, Cirebon, Jawa Barat itu.


Bagi orang yang telah berpasangan dan ingin lekas diberikan keturunan, jalan terbaik adalah taat kepada orang tua. Pun ketika berharap panjang umur, maka jalan terbaik adalah berbuat baik kepada orang tua.


“Berbuat baiknya anak kita itu setelah kita sepuh tua, itu nikmat paling besar. Kita menyaksikan anak kita memuliakan kita. Mudah-mudahan Allah swt menjadikan anak kita memuliakan kita,” ujarnya.


Lebih lanjut, Habib Hasanain juga menyampaikan bahwa memuliakan orang tua kita itu jalan yang paling gampang untuk mendatangkan kita ke surga.


Di antara sekian banyak orang tua, lanjut Habib Hasanain, sebaik orang tua itu yang mengajarkan kita. Karenanya, sesepuh disebutnya. “Mereka yang menyebabkan kita mengerti Allah swt dan Nabi Muhammad saw,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga sejarah pendirian Pondok Buntet Pesantren oleh KH Ade M Nasihul Umam. Kiai Ade menyampaikan bahwa Pondok Buntet Pesantren didirikan oleh Mbah Muqoyyim pada tahun 1750.


Kemudian, Mbah Muqoyyim berpuasa selama 12 tahun, masing-masing tiga tahun untuk tanah Buntet Pesantren, untuk keturunannya, untuk santrinya, dan untuk dirinya sendiri.


Tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh KH Muta'ad, KH Abdul Jamil, KH Abbas Abdul Jamil, KH Mustahdi Abbas, KH Mustamid Abbas, KH Abdullah Abbas, KH Nahduddin Abbas, KH Abdul Hamid Anas, dan saat ini dipegang oleh KH Adib Rofiuddin Izza.


Tahlil Akbar ini dipimpin oleh Dewan Sepuh Buntet Pesantren KH Amiruddin Abkari, diawali dengan pembacaan tawassul oleh KH Hasanuddin Kriyani, dan ditutup doa oleh KH Ahmad Mursyidin.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×