Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ranting NU Sememu Lumajang Bedah Rumah Nenek Sebatang Kara

Ranting NU Sememu Lumajang Bedah Rumah Nenek Sebatang Kara
Para pengurus UPZISNU Ranting NU Sememu, Lumajang Jawa Timur bersama warga berpose di sela-sela bedah rumah Nurasan. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Para pengurus UPZISNU Ranting NU Sememu, Lumajang Jawa Timur bersama warga berpose di sela-sela bedah rumah Nurasan. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Lumajang, NU Online
Tak harus nama besar untuk membantu sesama. Organisasi selevel desapun bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang lain. Inilah yang dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting NU Sememu Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang Jawa Timur.


UPZISNU Ranting NU Sememu memelopori bedah rumah milik Nurasan, warga Dusun Kedungsupit Desa Sememu Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang sejak tiga hari lalu. Pembangunan rumah tersebut saat ini sudah mencapai 50 persen, tapi masih membutuhkan dana yang lumayan untuk tahap penyelesaian (finishing).


“Kami masih terus bekerja dengan material yang ada, tapi masih ada kekurangan dana untuk selesai,” ujar Ketua UPZISNU Ranting NU Sememu, Muhammad Arifin di Lumajang, Ahad (3/1).


Nurasan adalah nenek sebatang kara. Hidupnya cukup mengiris hati. Di usianya yang sudah senja, ia masih harus bekerja sendiri untuk sekadar menyambung hidup. Ternyata Indonesia yang mempunyai kekayaan alam melimpah ruah ini, masih ada warganya, atau mungkin banyak yang hidupnya begitu memprihatinkan.


Nenek Nurasan memiliki dua anak, namun yang satu meninggal, satunya lagi sudah menikah, dan menempati rumah lain, tapi hidupnya juga kurang beruntung.  Nurasan hanya mengandalkan upah dari menyabit rumput untuk ternak tetangganya. Demi menyambung hidup, ia rela berpanas-panas untuk mendapatkan sekarung rumput. Jangan tanya berapa upah yang dia dapat, yang penting bisa untuk makan sehari-hari, itupun sudah untung.


Hidup Nurasan susah, rumahnya juga payah. Rumah yang sudah lapuk itu, atapnya bocor di sana-sini. Sudah tidak layak dihuni manusia. Tapi apa boleh buat, Nurasan harus rela menempati rumah itu apa adanya, karena dia tak punya dana untuk merenovasinya.


“Itulah makanya kami segera berembug untuk merenovasi rumah itu hingga nanti menjadi rumah layak huni,” terangnya.


Untuk itu, lanjut Arifin, pihaknya melakukan penggalangan dana dari masyarakat hingga terkumpul uang Rp15 juta. Sedangkan dana sumbangan dari pengurus UPZISNU Ranting NU mencapai Rp1,3 juta. Dana tersebut dikumpulkan untuk dibelikan material bangunan seperti batu bata, semen dan sebagainya.


“Sebenarnya ini bukan renovasi tapi membangun dari awal, cuma tempatnya tetap," jelasnya.


Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lumajang, Khoiruddin memberikan apresiasi kepada UPZISNU Ranting NU Sememu atas aksi sosialnya membantu bedah rumah warga.


“Ranting sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, merekalah ujung tombak LAZISNU di lapangan,’ ucapnya.  


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin

 

 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×