Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Sanlat Ramadhan Fatayat NU Kemayoran Kenalkan Dakwah Islam Moderat

Sanlat Ramadhan Fatayat NU Kemayoran Kenalkan Dakwah Islam Moderat
Ketua PCNU Jakarta Pusat, Gus Syaifudin (memegang mikrofon) pada pembukaan pesantren kilat Fatayat NU, Rabu (14/4). (Foto: Farhan Maksudi)
Ketua PCNU Jakarta Pusat, Gus Syaifudin (memegang mikrofon) pada pembukaan pesantren kilat Fatayat NU, Rabu (14/4). (Foto: Farhan Maksudi)

Jakarta, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kemayoran Kota Jakarta Pusat mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1442 H selama enam hari mendatang, 14-19 April 2021. Acara diadakan di lima kelurahan yang berbeda se-Kecamatan Kemayoran.  


Ketua PAC Fatayat Kemayoran Hj Eva Fadhia menjelaskan, selain bertujuan mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dengan benar, kegiatan sanlat juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa saling menghargai antar umat manusia, serta menanamkan rasa cinta tanah air. 

 

"Juga mengajarkan tata cara amaliah ibadah ala Aswaja Annahdliyah dan mendidik akhlak seorang anak," ujar Hj Eva. 

 

Pada kegiatan tersebut, para peserta akan dikenalkan dakwah islam moderat. Sebagaimana dirumuskan dalam khasais Aswaja Annahdliyah, yang ditetapkan dalam Keputusan Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur, tahun 2015 silam. 

 

"Dakwah Islam moderat dengan metode dakwah yang mengedepankan toleransi dan rasa kasih sayang terhadap seksama. Salah satu contohnya adalah dakwah yang tidak langsung menyalahkan mereka yang berbeda amaliah dengan kita," kata Hj. Eva dalam pembukaan Sanlat Ramadhan di Masjid Jamiul Huda Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (14/4)

 

Hj Eva Fadhia menambahkan karena masih dalam suasana Covid-19, peserta sanlat dibatasi hanya 20 orang di setiap kelurahannya. "Waktunya diadakan selama enam hari setiap jam tiga sampai jam enam sore. 

 

Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin mengatakan diadakannya pesantren kilat sebagai cara mengikis anak-anak asyik bermain game di handphone-nya, serta membantu para bapak ibu dalam hal membina ilmu-ilmu dasar agama.  

 

"Sebagai kaum santri, kita tidak boleh menjadikan google sebagai sumber keilmuan kita. Khazanah kitab kuning yang selalu diajarkan para kiai dan bu nyai di pesantren-pesantren perlu mulai dikenalkan kepada anak-anak kita, terutama di program pesantren kilat ini," ujar Gus Syaifuddin

 

Gus Syaifuddin berharap para banom di Jakarta Pusat mulai menunjukkan eksistensinya di publik. Fatayat NU Kecamatan Kemayoran sudah memulainya dengan mengadakan program sanlat ini. 

 

"Dan, dalam kegiatan tersebut yang terpenting adalah publikasi di media sosial, sebagai syiar dan bukti NU hadir di tengah masyarakat," kata Gus Syaifuddin.

 

Kontributor: Farhan Maksudi
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×