Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Tugas NU Saat Ini Mencetak Kader Intelektual 

Tugas NU Saat Ini Mencetak Kader Intelektual 
Makesta di STIT Al-Fatah, Siman Sekaran, Lamongan, Jawa Timur. (Foto: NU Online/M Reza al-Akhsan)
Makesta di STIT Al-Fatah, Siman Sekaran, Lamongan, Jawa Timur. (Foto: NU Online/M Reza al-Akhsan)
Lamongan, NU Online
Pelajar Nahdlatul Ulama mempunyi tugas untuk terus menjadi motor pengerak paham Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja di lingkungannya. 
 
Karenanya, para pegiat NU di tingkatan mahasiswa yakni Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sekolah Tinggi Iilmu Tarbiyah (STIT) Al-Fatah, Siman Sekaran, Lamongan, Jawa Timur menanggung tugas mulia ini. 
 
Hal itu disampaikan Falahudin selaku ketua panitia pada Makestama (Masa Kesetian Anggota Mahasiswa) PKPT IPNU dan IPPNU STIT Al- Fatah, Siman Sekaran. Makestama berlangsung Sabtu hingga Ahad (26-27/10) di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Laren Lamongan.  
 
"Kegiatan ini dalam rangka memperdalam wawasan keaswajaan mahasiswa dengan mengelar Makestama. Tujuan utamanya terlaksananya kaderisasi formal sebagai anggota,” katanya.
 
Dalam pandangannya, IPNU dan IPPNU merupakan bagian terpenting dari bagian badan otonom Nahdlatul Ulama. Masa depan NU tergantung dengan peran organisasi ini di kampus yang notabenenya banyak aliran radikal yang menyerang para mahasiswa.
 
“Dengan adanya organisasi IPNU-IPPNU mampu menciptakan kaderisasi yang dapat membentuk kader penggerak Aswaja di kalangan mahasiswa,” kata M Reza Al-Akhsan 
 
Ketua PKPT IPNU STIT Al-Fatah ini mengemukakan bahwa masa depan NU sangat bergantung kepada generasi muda yang akan datang.
 
“Karenanya mereka harus berproses melalui IPNU dan IPPNU untuk digembleng karakter, budaya, akhlak, di samping ilmu pengetahuan," ungkapnya.
 
Dalam pandangannya, masa depan NU juga turut ditentukan oleh IPNU-IPPNU. Kalau berperan baik, NU akan ada sampai hari kiamat. 
 
Terkait revolusi industri 4.0, Reza berpesan para kader harus tanggap dengan perkembangan zaman. 
 
"Jika canggih dan tanggap dengan perkembangan zaman, insyaallah tidak ketinggalan dan masa depan NU semakin cerah," katanya.
 
Wiwin Setiowati selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Babat mengungkapkan bahwa para kader wajib hukumnya mengikuti kaderisasi seperti Makesta, Lakmud, hingga Lakut.
 
“Karena dengan mengikuti kaderisasi, jati diri seorang kader akan terlihat dan perkembangan organisasi ke depan pasti lebih baik. Karena di dalam organisasi, keberadaan administrasi sebagai jantung organisasi,” tegasnya.
 
H Nur Zaini sebagai mengingatkan kepada peserta Makestama untuk terus mengikuti kegiatan dengan semangat. 
 
“Makesta ini dipersiapkan sebagai fondasi kader NU yang memiliki bekal intelektual,” jelas Ketua STIT Al-Fatah ini. 
 
Lebih jauh disampaikan bahwa aktivis NU harus naik tingkat tidak semata bisa mengumpulkan masa dalam jumlah besar. 
 
"Mengumpulkan masa bagi warga NU itu gampang, tapi mencetak kader intelektual itu tugas kita sekarang," tegasnya. 
 
Selain itu, H Nur Zaini memaparkan selayaknya IPNU IPPNU untuk memperkuat intelektual dan keaswajaan dengan lebih giat dalam belajar, berjuang dan bertaqwa.
 
“Agar kader IPNU IPPNU ke depan bisa menghadapi tantangan zaman dan bisa berkontribusi di manapun berada,” pungkasnya. 
 
 
Kontributor: M Reza al-Akhsan
Editor: Ibnu Nawawi
 
 
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×