Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Menlu Tegaskan Inggris Tolak Aneksasi Wilayah Palestina

Menlu Tegaskan Inggris Tolak Aneksasi Wilayah Palestina
Peta wilayah Palestina yang selalu berkurang dari tahun ke tahun karena aneksasi Israel.
Peta wilayah Palestina yang selalu berkurang dari tahun ke tahun karena aneksasi Israel.

Ramallah, NU Online
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab melakukan lawatan ke Palestina, Selasa (25/8). Dia diterima langsung oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di kantornya di Ramallah. Pada pertemuan itu, Raab menegaskan bahwa pihaknya menolak aneksasi wilayah Palestina dan mendukung solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.


“Komitmen kami untuk rakyat Palestina, komitmen kami untuk solusi dua negara, dan penolakan Inggris untuk aneksasi wilayah.  Kami ingin melihat peningkatan kehidupan rakyat Palestina, yang hanya dapat dijamin melalui perdamaian abadi yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina,” kata Raab, seperti diberitakan kantor berita Palestina, WAFA.


Presiden Abbas menyambut baik lawatan dan komitmen yang disampaikan Menlu Inggris tersebut. Dalam situasi yang rumit karena Israel menguasai Yerusalem yang diduduki, Abbas menghargai pentingnya kunjungan tersebut.


Kepada Raab, Abbas menyatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Palestina bertentangan dengan resolusi legitimasi internasional. Menurutnya, aneksasi akan menghancurkan proses perdamaian antara Palestina dan Israel.


Pada kesempatan itu, Abbas juga menyampaikan bahwa perdamaian di wilayah itu tidak akan dicapai dengan melewati Palestina atau dengan menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab. Ditegaskan Abbas, selama Israel tidak mengakhiri pendudukan atas wilayah Palestina dan rakyat Palestina tidak mendapatkan kebebasan dan kemerdekaannya maka selama itu pula tidak akan ada perdamaian, keamanan, dan stabilitas di wilayah itu.


Menurutnya, perdamaian dalam arti sesungguhnya akan dicapai dengan mendasarkan pada resolusi legitimasi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab. Artinya, perjanjian damai harus disepakati terlebih dahulu dengan Palestina.


“Kami siap melakukan negosiasi di bawah naungan kuartet internasional dan dengan partisipasi negara lain. Kami juga berkomitmen untuk memerangi terorisme internasional, sambil kami melanjutkan upaya untuk mencapai rekonsiliasi Palestina hingga kami mengadakan pemilu,” kata Abbas. 


Sebelumnya, UEA dan Israel mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan pada Kamis (3/8) lalu. Otoritas Palestina menolak dan mengecam kesepakatan damai antara UEA dan Israel. Mereka menganggap kesepakatan sebagai sebuah pengkhianatan terhadap Yerusalem, Masjid Al-Aqsa, dan perjuangan Palestina.


Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×