Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Saudi Hapus Aturan Pemisahan Pria dan Wanita di Restoran

Saudi Hapus Aturan Pemisahan Pria dan Wanita di Restoran
Laki-laki dan perempuan dipisah dengan sebuah sekat di sebuah restoran cepat saji di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: Getty Images)
Laki-laki dan perempuan dipisah dengan sebuah sekat di sebuah restoran cepat saji di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: Getty Images)
Riyadh, NU Online
Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka menghapus aturan pemisahan laki-laki dan perempuan di restoran dan kafe. Kebijakan itu mengakhiri pembatasan konservatif yang berlangsung selama puluhan tahun dan menandai kelonggaran sosial semakin luas di Saudi.

Pengumuman itu disampaikan oleh Kementerian Urusan Perkotaan dan Perdesaan melalui sebuah pernyataan pada Ahad (8/12) waktu setempat, sebagaimana diberitakan Associated Press. Dengan aturan baru tersebut, maka laki-laki dan perempuan bisa duduk satu meja di kafe atau restoran. 

Selain itu, restoran atau kafe juga tidak perlu lagi menyediakan pintu masuk yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Untuk diketahui, sebelumnya restoran atau kafe wajib menyediakan pintu yang berbeda bagi keluarga, wanita, dan pintu khusus lainnya bagi laki-laki lajang.

Dalam restoran, wanita dan keluarga biasanya dipisah dari laki-laki dengan menggunakan sekat. Sementara di restoran atau kafe kecil yang tidak memiliki ruang pemisah, perempuan tidak diperbolehkan masuk.  

Seperti diberitakan kantor berita Saudi, SPA, penghapusan pemisahan laki-laki dan perempuan di kafe dan restoran dimaksudkan untuk menarik investasi dan membuka peluang bisnis lebih besar. 

Kebijakan ini menuai pro-kontra di Saudi. Kaum muda Saudi memuji reformasi ini, namun kelompok konservatif mengecamnya. Menurut mereka, penghapusan pemisahan laki-laki dan perempuan dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Sejak menjabat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman menerapkan sejumlah kebijakan reformatif di tubuh Kerajaan. Dia menghapus beberapa larangan yang selama ini menyasar perempuan Saudi. Sehingga perempuan Saudi kini diizinkan menonton sepak bola di stadion, menonton bioskop, mengendarai kendaraan sendiri, bepergian ke luar negeri sendiri atau tanpa wali, dan lainnya.

Di satu sisi, reformasi di Saudi menunai pujian dunia internasional. Namun di sisi lain, reformasi tersebut dibarengi dengan gelombang represi atau penekanan kebebasan berpendapat masyarakat sipil. Hal itu bisa dilihat dari penangkapan beberapa aktivis hak-hak perempuan dan ulama yang ‘tidak sejalan’ dengan visi Kerajaan. 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×