Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Waspadai Sulit Buang Air Besar, Ini Cara Mengatasinya

Waspadai Sulit Buang Air Besar, Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi buang air besar. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi buang air besar. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, NU Online

Anggota Pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), dr Syifa Mustika mengungkapkan perubahan pola hidup dan pilihan makanan sering membuat seseorang mengalami gangguan pencernaan, khususnya sulit buang air besar. Bila seseorang mengalami sulit buang air besar dalam tiga hari, bisa jadi ia mulai mengalami konstipasi atau sembelit.


Menurut dr Syifa, setidaknya ada tiga hal yang harus di perhatikan supaya buang air besar menjadi lancar.


“Yang pertama konsumsi air putih 8 sampai 10 gelas setiap hari. Yang kedua konsumsi banyak serat sayur dan buah,” kata dr Syifa di akun instagramnya drsyifamustika.


Adapun langkah ketiga adalah harus aktif bergerak dan berolahraga.


Melansir Aladokter disebutkan dalam sistem pencernaan manusia, sisa makanan yang dikonsumsi bergerak melalui usus kecil ke usus besar. Setelah air dan nutrisi yang diperlukan tubuh diserap dalam usus besar, sisa makanan tersebut dikeluarkan melalui anus sebagai tinja. Buang air besar merupakan tahap terakhir dari proses pencernaan.


Frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda. Normalnya, frekuensi buang air besar adalah 3 kali sehari hingga 3 kali seminggu. Pada penderita konstipasi, tinja menjadi kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan dari anus. Hal ini mengakibatkan frekuensi BAB menjadi kurang dari 3 kali dalam seminggu.


Konstipasi atau sembelit adalah kondisi yang ditandai dengan sulit buang air besar (BAB) atau frekuensi BAB yang lebih sedikit daripada biasanya. Kondisi ini sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak mengonsumsi cukup serat.


Konstipasi juga dapat terjadi akibat penyumbatan usus besar atau rektum (ujung usus besar) atau gangguan pada saraf di sekitar usus besar dan rektum. Sembelit juga bisa dipengaruhi oleh faktor pertambahan usia, pola makan rendah serat atau kurang aktif bergerak.


Gejala utama konstipasi di antaranya sulit mengeluarkan tinja, frekuensi buang air besar yang lebih jarang dari biasanya, dan sakit saat mengeluarkan tinja. Jika gejala tersebut berlangsung selama tiga bulan, konstipasi dapat dikategorikan kronis.


Pewarta: Kendi Setiawan

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×