Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bangsa Eropa Awalnya Cari Rempah, Ujungnya Menjajah

Bangsa Eropa Awalnya Cari Rempah, Ujungnya Menjajah
Ilustrasi Indonesia sumber rempah-rempah.
Ilustrasi Indonesia sumber rempah-rempah.

Jakarta, NU Online

Mulanya bangsa Eropa melawat jauh ke kepulauan Nusantara dalam rangka memasok secara langsung rempah-rempah yang dihasilkan dari tanah air Bumi Pertiwi.


“Bangsa Eropa kan memang datang sesuai dengan keinginan mereka yang ingin mencari sumber sumber rempah-rempah langsung dari kebun-kebunnya,” kata Sejarawan Johan Wahyudi kepada NU Online pada Jumat (5/8/2022).


Pasalnya, sebelumnya, mereka mendapatkan hasil alam itu dari para pedagang Arab dan Turki dengan harga yang berlipat-lipat. Kedatangan mereka ke Nusantara tidak lain agar mendapatkan harga yang jauh lebih murah.


“Itu karena sebelumnya mereka mendapatkan rempah-rempah itu dari para pedagang Arab dan para pedagang Turki yang melakukan penjualan secara bertahap. Artinya estafet dari satu kelompok pedagang ke kelompok pedagang lain,” ujarnya.


Misalnya saja ketika abad 16 atau mungkin abad 14 yang lebih tua, begitu para pedagang dari Arab dan Turki itu bekerjasama dengan pedagang dari Barcelona untuk memasok kebutuhan rempah-rempah yang ada di Eropa. Ada pula pedagang-pedagang Arab dan Turki yang memasok kebutuhan rempah-rempah ke Lisabon, Portugal.


“Yang dari sana rempah-rempah mulai berjalan ke pedalaman Eropa sampai ke Novgorod wilayah Rusia. Jadi memang kepentingan mereka itu adalah untuk mendapatkan rempah-rempah,” jelas kandidat doktor Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu.


Kalau melihat bukunya Jack Turner, misalnya, yang bicara tentang sejarah rempah, itu ada semacam pandangan mitis, bahwa Negeri Timur itu yakni negeri-negeri di mana rempah-rempah itu tumbuh, adalah penggalan surga.


“Kenapa disebut demikian (penggalan surga) karena di sana itu orang-orang Eropa melihat atau mengetahui bahwa negeri itu indah, tanaman hijau, udaranya tropis terus juga yang paling penting adalah di sana ada rempah-rempah yang merupakan suatu dalam komoditas Ajaib,” terang pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.


Rempah-rempah disebut komoditas ajaib karena di abad pertengahan itu rempah-rempah banyak digunakan untuk mengawetkan daging. Misalnya ketika orang-orang Eropa memasuki musim dingin jadi sebelum ditemukan lemari es itu itu diawetkan salah satunya itu dengan dengan rempah dari Nusantara.


Namun, lama kelamaan, mereka tidak hanya ingin memasok dengan membeli rempah-rempah itu, melainkan menguasainya. Terlebih, Portugis sebagai bangsa Eropa yang mula-mula datang ke Kepulauan Nusantara ini membawa serta gerakan kristenisasi dengan semangatnya ingin mendirikan Kerajaan Katholik.


“Sampai tahun 1511 itu orang-orang Portugis mulai berkeinginan menguasai Malaka,” katanya.


Tak ayal, perlawanan masyarakat Nusantara pun tak terelakkan. Terlebih, mereka yang saat itu telah menjadi Muslim membawa semangat perjuangan menyelamatkan agama Allah.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×