Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Benarkah Abu Bakar Ba’asyir Mengakui Pancasila? Ini Faktanya

Benarkah Abu Bakar Ba’asyir Mengakui Pancasila? Ini Faktanya
Abu Bakar Baasyir dianggap telah mengakui Pancasila sebagai dasar negara lewat video viral berdurasi 41 detik. Benarkah begitu?
Abu Bakar Baasyir dianggap telah mengakui Pancasila sebagai dasar negara lewat video viral berdurasi 41 detik. Benarkah begitu?

Jakarta, NU Online
Eks amir Jamaah Islamiyah (JI), Abu Bakar Ba'asyir menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara. Penjelasan Abu tersebut viral dalam sebuah video berdurasi 41 detik yang disebarkan akun Twitter, salah satunya lewat @Khoirudin_26 pada Senin (1/8/2022). Video ini juga bisa dijumpai di platform media sosial lainnya.

 

Dalam sebuah pertemuan, pemilik Pesantren Ngruki Solo itu menjelaskan mengapa para ulama dahulu menerima Pancasila.

 

“Indonesia berdasar Pancasila, mengapa disetujui ulama? Karena dasarnya Tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Abu Bakar Ba'asyir yang terlihat mengenakan baju koko dan peci dalam video tersebut.

 

Pria berusia 84 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya memahami hal itu belakangan ini. Ia menyadari bahwa para ulama dulu tidak mungkin menerima dasar negara syirik.

 

“Ini pun pengertian saya terakhir. Dulunya saya (menyatakan), Pancasila itu syirik. Saya begitu dulu. Tetapi setelah saya pelajari selanjutnya, tidak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik, itu ndak mungkin,” kata Abu Bakar Ba'asyir. Karena menurut dia, ulama itu mesti niatnya ikhlas.

 

Setelah video 41 detik tersebut viral, NU Online menemukan video pernyataan yang sama dari Abu Bakar Ba'asyir di akun Youtube Cek Ombak Channel dengan durasi 2.06 menit yang diunggah pada 14 April 2022.
 

Sebelum menyampaikan pernyataan dalam video potongan 41 detik yang viral itu, Abu Bakar Ba'asyir sebenarnya mengungkapkan sisa-sisa pemikirannya tentang negara Islam. Jika Pancasila itu sendiri diamalkan secara jujur, katanya, Indonesia ini seharusnya diatur dengan hukum Islam.

 

“Karena itu tuntunan, apa, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi tidak cukup Tuhan, Tauhid, diucapkan dengan mulut sampai seribu kali, Lailahailallah…Lailahailallah… tapi hidupnya tidak diatur dengan hukum Allah,” ujar Abu Bakar Ba'asyir.

 

Maka, imbuhnya, Pancasila sendiri sebenarnya mengharuskan Indonesia ini diatur dengan hukum Allah. “Itu, itulah tujuan ulama, itu,” ucapnya.

 

“Tapi pengamalannya, sejak mulai Sukarno sampai hari ini, dibelokkan, dikhianati. Pancasila itu hanya diucapkan dalam mulut tapi aturannya menyalahi Pancasila,” kata Abu Bakar Ba'asyir.

 

Dia mengatakan, pemerintah sejak mulai Sukarno sampai hari ini menyalahi Pancasila. “Bahkan hari ini bukan menyalahi saja, ada usaha mau diubah Trisila sehingga Ketuhanan Yang Maha Esa itu tidak diadakan lagi,” ucap Abu Bakar Baasyir.

 

Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir diberitakan situs katalogika.com telah mengakui Pancasila. Situs tersebut menulis judul Di Usia 84 Tahun, Abu Bakar Baasyir Akhirnya Mengakui Pancasila yang tayang pada Jumat (29/7/2022) lalu.

 

Jejak Kasus Terorisme Abu Bakar Ba'asyir

Sebelum bebas dari penjara Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Jumat, 8 Januari 2021, Abu Bakar Ba'asyir merupakan narapidana kasus tindak pidana terorisme, Abu Bakar Ba'asyir divonis dengan hukuman 15 penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris dan mendukung teroris di Indonesia.

 

Ba'asyir oleh pengikutnya dianggap sebagai pemimpin spiritual jaringan Jamaah Islamiah (JI), organisasi yang diyakini terhubung dengan al-Qaeda. Jemaah Islamiah diyakini bertanggung jawab atas serangan bom di beberapa tempat hiburan di Bali.

 

Akan tetapi, Ba'asyir membantah terlibat dalam serangan bom di Bali yang mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal, di antaranya adalah banyak warga Australia. Selain itu, jaringan JI juga diyakini bertanggung jawab atas serangan bom di Hotel J.W. Marriott, Jakarta, pada 2003 yang menyebabkan 12 orang tewas.

 

Pernah Menolak Pancasila

Pada awal tahun 2019 lalu, Abu Bakar Baasyir sempat mendapat penawaran bebas tanpa syarat dari pemerintahan Joko Widodo, dengan syarat, ia mau menandatangani perjanjian agar setia dengan Pancasila. Tetapi, kata Yusril Ihza Mahendra selaku pengacara Jokowi, Baasyir menolak syarat tersebut.

 

"Pak Yusril, Saya kalau disuruh bebas bersyarat suruh tanda tangani setia pada Pancasila saya tidak akan tanda tangani. Saya hanya setia kepada Allah, saya hanya patuh pada Allah, dan saya tidak akan patuh pada selain itu,” kata Yusril menirukan Ba'asyir dikutip dari Tirto. 
 

Saat itu, Yusril pun kembali mengatakan kepada Ba'asyir bahwa Pancasila merupakan falsafah negara dan sepanjang ditafsirkan sesuai dengan premis-premis Islam maka Pancasila sejalan dengan Islam.

 

Namun, kata Yusril, Ba'asyir tetap menjawab: "Ya kalau Pancasila sejalan dengan Islam kenapa tidak patuh kepada Islam-nya saja."
 

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Mahbib Khoiron




Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×