Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Cacar Monyet Rentan Menginfeksi Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir

Cacar Monyet Rentan Menginfeksi Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) dr Syifa Mustika. (Foto: Istimewa)
Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) dr Syifa Mustika. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Kasus cacar monyet atau monkeypox terus meningkat secara global. Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperingatkan bahwa penyebaran virus cacar monyet yang terus-menerus ini bisa mengkhawatirkan bagi kelompok tertentu, termasuk ibu hamil dan bayi baru lahir.


Hal itu dibenarkan oleh Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) dr Syifa Mustika, yang menyebut bahwa kekebalan tubuh ibu hamil lebih rentan terhadap penyakit. Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh melemah karena harus melindungi dua tubuh sekaligus, yaitu ibu dan janin.


“Yang menyebabkan ibu hamil rentan terkena cacar monyet karena sistem kekebalan tubuhnya mudah berubah, bahkan bisa melemah karena beberapa faktor,” kata Syifa saat dihubungi NU Online, Senin (1/8/2022).


Penularannya, menurut dia, bisa terjadi lewat transmisi plasenta atau kontak erat dengan penderita pasca proses kelahiran. Penularan juga dapat ditransmisikan melalui air susu ibu (ASI).


“Virus cacar monyet itu dapat menyebar lewat aliran darah. Sehingga kemungkinan penularan lewat ASI atau cairan plasenta dapat terjadi,” tutur Ketua Satgas Covid-19 Malang Raya itu.


Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang itu pun menyarankan kepada ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak memberikan ASI mereka jika terbukti sedang terkena cacar monyet.


“Karena sama-sama melewati aliran darah, jadi virus ini mungkin bisa ditularkan lewat ASI,” terangnya.


Sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa belum ditemukan kasus konfirmasi cacar monyet di tanah air.


Namun, Syifa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga diri agar tidak terpapar penyakit ini. Pencegahan dapat dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan dan tidak melakukan kontak erat atau langsung dengan penderita.


“Prokes masih menjadi cara paling ampuh untuk mencegah cacar monyet mengingat karakteristiknya yang hampir mirip dengan Covid-19, yakni bisa sembuh sendiri dalam waktu 2-4 minggu,” imbuhnya.


Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×