Nasional

Di Unija Sumenep Wapres KH Ma'ruf Amin Sebut 4 Isu Global yang Kini Menyita Perhatian

Rab, 9 Agustus 2023 | 20:15 WIB

Di Unija Sumenep Wapres KH Ma'ruf Amin Sebut 4 Isu Global yang Kini Menyita Perhatian

Wapres KH Ma'ruf Amin saat menghadiri Dies Natalies Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Jatim, Rabu (9/8/2023) (Foto: Tangkapan layar Youtube Unija)

Sumenep, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof KH Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa ada 4 isu strategis global yang saat ini menyita perhatian seluruh negara, yaitu eskalasi tensi geopolitik, perubahan iklim, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dan demografi.


Dalam orasi ilmiahnya di acara Dies Natalies Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Jawa Timur, Wapres memaparkan bahwa rivalitas kekuatan super antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, invasi Rusi ke Ukraina dapat memicu instabilitas ekonomi dan keuangan dunia, bahkan berdampak hingga ke urusan domestik bangsa-bangsa.


"Selain itu, planet bumi semakin memanas akibat krisis iklim yang menjadi ancaman eksistensial bagi kemanusiaan dan teritori negara. Laporan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa tinggi permukaan laut terus mengalami peningkatan secara cepat yang berdampak pada hilangnya teritori negara," ungkapnya di kampus setempat, Rabu (9/8/2023).


Wapres mengatakan, laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan 115 pulau di Indonesia akan tenggelam pada tahun 2100 akibat kombinasi persoalan yang disebabkan perubahan iklim, yaitu peningkatan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah.


Wapres yang pernah mengemban amanah Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjelaskan diproduksiya kecerdasan buatan dan semakin diproduksi dengan massif penggunaan AI tersebut akan mengubah kehidupan manusia dan akan berlangsung selama beberapa generasi. Meskipun demikian, kemampuan kecerdasan buatan untuk menggantikan kreatifitas dan inovasi alamiah masih diragukan.


Isu yang terakhir adalah demografi. Dijelaskan, jumlah pemeluk agama Islam tumbuh paling cepat di dunia. Saat ini diperkirakan sekitar 2 miliar populasi Muslim global. Sementara Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 230 juta penduduk Muslim. Pada tahun 2050, Islam diperkirakan menjadi agama yang paling banyak dianut penduduk dunia.


"Seluruh isu strategis tersebut beserta persoalan global lain, yang tidak kalah penting menuntut kita untuk mampu melakukan refleksi dalam rangka merumuskan kebijakan terbaik agar bangsa kita dapat mengatasi aneka tantangan yang muncul dan terus maju mewujudkan target-target pembangunan," ujar cicit Syaikh Nawawi Al-Bantani ini.

 

Menurutnya, merefleksikan persoalan global dan meresponsya secara tepat akan membuahkan kebijakan serta keputusan yang presisi. Dalam hal ini mensyaratkan kejelian dalam menilai fakta-fakta, tangkas mendayagunakan intelektualitas, keahlian dan peluang.

 

"Di sinilah peran edukasi menjadi sangat vital. Rendahnya level dan kualitas pendidikan dapat memicu asumsi dan simpulan yang keliru atas urusan-urusan domestik dan global. Hal ini dapat melahirkan kebijakan, keputusan dan langkah yang keliru pula, menjadi bahaya khususnya bagi pemimpin. Sementara nyaris tiap hari dihadapkan pada pertaruhan dalam memutuskan persoalan yang menyangkut hajat diri sendiri, masyarakat dan negara," terangnya.


Oleh sebab itu, Kiai Ma'ruf Amin menitipkan tugas kepada hadirin untuk merawat eksistensi dan mendorong kemajuan negara Indonesia di tengah ketidakpastian dan persoalan global yang semakin kompleks.


"Kita telah memancangkan cita-cita tinggi yaitu menjadi negara yang maju. Berbagai prediksi dari lembaga yang kredibel menyuarakan optimisme bagi masa depan Indonesia yang cerah. Untuk merealisasikannya dibutuhkan kerja, karya, dan upaya dari semua lini, khususnya kaum terdidik bangsa," tandasnya.