Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Ditetapkan sebagai Sekjen PBNU, Ini Profil Gus Ipul

Ditetapkan sebagai Sekjen PBNU, Ini Profil Gus Ipul
Sekjen PBNU Masa Khidmah 2022-2027, H Saifullah Yusuf. (Foto: NU Online/Suwitno)
Sekjen PBNU Masa Khidmah 2022-2027, H Saifullah Yusuf. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online
H Saifullah Yusuf ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2022-2027. Hal ini termaktub dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 01/A.II.04/01/2022.


Gus Ipul, sapaan akrabnya, bukanlah orang baru di kepengurusan PBNU. Sebelumnya, ia juga ditetapkan sebagai Ketua PBNU 2015-2021. Di era kepemimpinan Rais ‘Aam KH MA Sahal Mahfudh dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, masa khidmah 2010-2015, ia juga diangkat sebagai salah satu pengurus, tepatnya di jajaran A'wan PBNU.


Keaktifannya di NU sudah dititi sejak remaja dengan menjadi pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) hingga di tingkat pimpinan pusat pada era 1990-an.


Usia bertambah, khidmahnya terus dilanjutkan di Gerakan Pemuda Ansor. Ia terpilih menjadi Ketua Umum organisasi yang berdiri pada tahun 1934 itu dua periode, yakni 2000-2005 dan 2005-2010.


Keaktifannya di NU tidak lepas dari darah yang mengalir di tubuhnya. Ia merupakan cicit dari salah satu pendiri NU, yakni KH Bisri Syansuri, Rais ‘Aam PBNU 1971-1980.


Gus Ipul menempuh pendidikan formal di kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur, sejak dasar hingga menengah atas. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Universitas Nasional (Unas) Jakarta pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).


Pengalaman di pemerintahan
Gus Ipul mengenyam banyak pengalaman di dunia pemerintahan, dari tingkat pusat hingga daerah. Saat ini, ia juga masih tercatat sebagai Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur.


Sebelumnya, ia pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.


Sementara di tingkat pusat, pria kelahiran 28 Agustus 1964 itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2004-2007. Ia juga pernah menduduki kursi Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 1999-2001.


Sebagai informasi, keputusan Susunan Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2022-2027 ini diumumkan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (12/1/2022).


Dalam kesempatan tersebut, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyebut Gus Ipul sebagai wali Muktamar dengan guyonan. Sebab, kata Kiai Miftah, keramatnya muncul ketika Forum Musyawarah Tertinggi NU itu diselenggarakan. Hal itu sontak disambut gelak tawa pengurus PBNU yang lain.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya