Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Gus Mus Ingatkan Nasihat Nabi: Jangan Meminta Jabatan

Gus Mus Ingatkan Nasihat Nabi: Jangan Meminta Jabatan
Gus Mus Ingatkan Nasihat Nabi: Jangan Meminta Jabatan. (Foto: Tangkapan layar)
Gus Mus Ingatkan Nasihat Nabi: Jangan Meminta Jabatan. (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta, NU Online 
Nasihat penting diberikan Rasulullah saw kepada sahabat dan umat Islam pada umumnya terkait dengan jabatan. Nasihat sekaligus pesan Rasulullah ini bisa dijadikan patokan umat Islam dalam kehidupan. Hal ini diterangkan oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dalam kajian Hadits Ke-744 Kitab Jawahir A-Bukhari yang disiarkan oleh kanal Youtube Gus Mus, Rabu (29/6/2022).


Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Abdurrahman bin Samurah mendapat pesan dari Rasulullah SAW agar jangan meminta jabatan. Jika seseorang diberi jabatan karena permintaan yang bersangkutan, maka tanggung jawabnya akan dibebankan kepadanya. Namun jika seseorang diangkat tanpa permintaan, maka ia akan diberi pertolongan.


“Ini ada dua nasihatnya Kanjeng Rasul saw kepada sahabatnya yakni Abdurrahman bin Samurah. Yang pertama bisa jadi patokan kita: jangan meminta jabatan,” tegasnya.


Jadi menurut Gus Mus, posisi jabatan apapun tidak boleh meminta. Sebab jika seseorang meminta jabatan, maka jabatan itu akan ditanggungnya sendiri karena ia yang membutuhkannya. “Kalau kamu yang meminta berarti kamu sudah siap,” tegasnya.


Jika seseorang tidak meminta kemudian didorong untuk menduduki suatu jabatan, maka Allah swt akan membantu. “hati-hati. Makanya paling enak itu tidak mencalonkan diri, tapi dicalonkan,” katanya.


Kedua, jika seseorang sudah bersumpah untuk melakukan sesuatu kemudian di suatu hari ada hal lain yang lebih baik, maka ia bisa melakukan hal yang baik tersebut dengan mengganti kafarat atas sumpahnya.


Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kukuh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar,” imbuh Gus Mus menyebut ayat 94 dari Al-Qur’an surat An-Nahl.


“Jadi jangan sumpah untuk menipu, sumpah untuk merugikan orang. Itu bisa bahaya,” tegasnya mengingatkan.


Gus Mus menambahkan juga bahwa Allah swt telah mengingatkan dalam firman-Nya yang lain agar tidak menjadikan nama Allah dalam sumpah sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, takwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Gus Mus mencontohkan kalimat yang tidak boleh terucap seperti: “Demi Allah saya tidak akan membantu kamu”. 


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×