Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Ini Ajakan Ketum PBNU kepada Ratusan Dokter dan Pengelola Rumah Sakit NU

Ini Ajakan Ketum PBNU kepada Ratusan Dokter dan Pengelola Rumah Sakit NU
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: NU Online)
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara kunci pada Halal bi Halal Asosiasi Rumah Sakit NU (Arsinu) dan Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) yang digelar secara virtual, Ahad (7/6).  Ratusan dokter dan pengelola rumah sakit NU mengikuti kegiatan itu. 


Kiai Said mengatakan banyak hal terkait esensi aktivitas umat islam pasca bulan Ramadhan 1441 Hijriah di antaranya mengisi bulan Syawal dengan penuh kegembiraan dan saling mendoakan satu sama lain. 


“Satu bulan penuh kita beribadah dengan mengapresiksikan rasa syukur kita di hari Idul Fitri 1 Syawal. Penuh kegembiraan, penuh suka cita, saling berdoa, mendoakan satu sama lain,” ucap Kiai Said. 


Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini pun menjabarkan, tepat satu bulan penuh, umat Islam melawan hawa nafsu. Orang yang merayakan Idul Fitri bagi Kiai Said adalah orang yang dinyatakan menang. Selain itu, selama satu bulan itu pula umat Muslim menjalani perintah Allah yakni berpuasa dengan hati yang tulus dan ikhlas. 


Kiai Said menilai bukan tidak bisa setiap Muslim melakukan makan dan minum di siang hari selama Ramadhan secara diam-diam, tetapi, karena tulus dan ikhlas mengikuti perintah Allah, umat Islam itu pun tidak berani melakukannya. 


“Berarti kita telah menjadi orang yang taat, betul-betul beragama. Merasakan halawatul iman, meghayati indahnya iman kepada Allah dengan ketaatan yang tulus. Sebab kalau puasa pasti ikhlas, tidak makan tidak minum,” ujar alumnus Ummul Qurra, Arab Saudi ini. 


Kemudian, yang juga penting untuk disampaikan, pada momentum Idul Fitri redaksi doanya adalah ja’alanallahu wa iya kum  minal a’idin wal faizin  kulu amin wa antum bi khair, taqaballahu mina wa minkum ajma’in. 


Makna ja’allahu wa iya kum minal aidzin wal faizin, menurut Guru Besar tasawuf ini, adalah semoga Allah menjadikan kita (umat Muslim) termasuk orang yang kembali kepada dua fitrah yaitu fitrah insaniah dan fitrah islamiyah. 


Namun, bagi warga NU di Indonesia, ucap Kiai Said, tidak saja kembali kepada fitrah insaniyah dan fitrah islamiyah tetapi kembali pula ke fitrah nahdliyah.


Sedangkan, makna wal faizin yaitu semoga kita umat Muslim termasuk orang yang menang melawan hawa nafsu terutama hawa nafsu ghadabiyah dan syahwatiyah. 


“Wal faizin, dan termasuk orang yang menang, berhasil, sukses melawan hawa nafsu atau mengarahkan me-manage, mengendalikan hawa nafsu. Baik hawa nafsu ghadabiyah, interest, maupun syahwatiyah, hasrat yang berlebihan,” tuturnya. 


Hadir pada Halal bi Halal tersebut Ketua PBNU Bidang Kesehatan dr Syahizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan NU dr Hisyam Said Budairy, Ketua Umum ARSINU dr HM Zulfikar As’ad, Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) dr Muhammad S Niam, Sekretaris PDNU dr A Fariz Malvi Zamzam Zein dan para ketua pengurus wilayah Arsinu dan PDNU se-Indonesia. 


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Abdullah Alawi 
 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×