Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Ini Alasan Nuzulul Qur’an Diperingati pada 17 Ramadhan 

Ini Alasan Nuzulul Qur’an Diperingati pada 17 Ramadhan 
2 Alasan Nuzulul Qur’an Diperingati pada 17 Ramadhan. (Foto: NU Online)
2 Alasan Nuzulul Qur’an Diperingati pada 17 Ramadhan. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online 
Salah satu keistimewaan yang Allah berikan pada bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur’an pada bulan suci ini. Biasanya peristiwa bersejarah bagi umat Muslim ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan atau tahun ini bertepatan dengan 18 April 2022. Lalu, apa yang mendasari peristiwa ini diperingati pada tanggal tersebut?

 

Ada dua argumen yang bisa dijadikan dasar peringatan Nuzulul Qur’an pada setiap 17 Ramadhan. Pertama, mengacu pada Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 41 berikut,

 

وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

 

Artinya, “Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

 

Para ulama mengartikan kata “yaumul furqan" pada ayat di atas sebagai bertemunya dua pasukan Muslim dan kafir Quraisy saat perang Badar pada 17 Ramadhan. Sebagaimana di antaranya dikemukakan oleh Imam ath-Thabari dalam Jāmiʽul Bayān fi Ta’wīlil Quran (13/562) dengan mengutip Hasan bin Ali,

 

قال الحسن بن علي بن أبي طالب رضي الله عنه: كانت ليلة "الفرقان يوم التقى الجمعان"، لسبع عشرة من شهر رمضان. 

 

Artinya, “Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA berkata, ‘Yang dimaksud dengan malam ‘al-furqan yaumul taqāl Jamʽān’ adalah tanggal 17 bulan Ramadhan.’

 

Argumen pertama ini dikutip dari tulisan NU Online berjudul Perbedaan Pendapat Ulama tentang Waktu Nuzulul Quran.

 

Kedua, peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan mengacu pada peristiwa saat Rasulullah saw menerima wahyu untuk pertama kalinya di Gua Hira, yaitu berupa Al-Qur’an surat Al-‘Alaq ayat 1-5,

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 

 

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." 

 

Argumen kedua ini dikutip dari tulisan NU Online berjudul Mengapa Nuzulul Qur'an Diperingati 17 Ramadhan?

 

Kontributor: Muhamad Abror
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×