Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Jelang Kongres XX, IPNU DKI Rekomendasikan KH Tolchah Mansoer Jadi Pahlawan Nasional

Jelang Kongres XX, IPNU DKI Rekomendasikan KH Tolchah Mansoer Jadi Pahlawan Nasional
Muhammad Ammar saat membacakan poin-poin rekomendasi. (Foto: PW IPNU DKI Jakarta)
Muhammad Ammar saat membacakan poin-poin rekomendasi. (Foto: PW IPNU DKI Jakarta)

Jakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Ahad-Senin (27-28/2/2022). Rapimwil ini digelar sebagai agenda IPNU DKI Jakarta menjelang perhelatan Kongres XX IPNU di Nusa Tenggara Barat, pada Juni mendatang.

 

Rapimwil IPNU DKI Jakarta tersebut menghasilkan beberapa putusan rekomendasi yang akan dibawa ke dalam agenda Kongres XX IPNU yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi pelajar NU itu.

 

Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah PW IPNU DKI Jakarta mendorong Pimpinan Pusat (PP) IPNU untuk mengusulkan dan menggagas seorang Pendiri IPNU Prof KH Tolchah Mansoer menjadi pahlawan nasional.

 

"Pimpinan Pusat IPNU perlu mengusulkan Prof KH Tolchah Mansoer sebagai pahlawan nasional, diawali dengan membentuk tim kajian dan riset untuk suksesi gagasan tersebut," kata Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta, Muhammad Ammar, melalui keterangan tertulis kepada NU Online, Senin (28/2/2022) malam.

 

Tak hanya itu, lanjut Ammar, PW IPNU DKI Jakarta pun mendorong PP IPNU untuk membuka jaringan kepada beberapa pemangku kebijakan, dari atas hingga bawah.

 

"(Jaringan itu) baik berupa kerja sama program dengan instansi tertentu maupun dalam bentuk MoU (penandatanganan nota kesepahaman)," tegas Ammar.

 

Kemudian, PW IPNU DKI Jakarta juga merekomendasikan kepada PP IPNU terkait tata aturan jenjang kaderisasi awal. Hal ini diperlukan agar anggota telah mengenal organisasi IPNU sebelum mengikuti masa kesetiaan anggota (makesta). Jenjang kaderisasi yang direkomendasikan PW IPNU DKI Jakarta adalah pra-makesta.

 

"Perlu adanya simbolisasi di setiap jenjang kaderisasi IPNU yang diatur secara tertulis, seperti penyematan gordon bagi kader yang telah mengikuti jenjang kaderisasi IPNU tertentu," jelas santri alumni Pondok Al-Andalucia Buntet Pesantren Cirebon itu.

 

Selain itu, usulan pun datang dari para ketua pimpinan cabang IPNU se-DKI Jakarta. Di antaranya mereka ingin mengadakan program duta pelajar dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

 

"PP IPNU juga perlu menginisiasi program Bimbingan Masuk Perguruan Tinggi Negeri (BMPTN) berskala nasional melalui kerja sama dengan instansi tertentu hingga program tersebut dapat diterapkan hingga tingkat kepengurusan di bawah," ujar Demisioner Ketua PC IPNU Jakarta Pusat itu.

 

Kegiatan Rapimwil yang bertema 'Metamorfosa Gerakan Pelajar Menuju Penyempurnaan Organisasi Modern' itu dihadiri oleh Pengurus PW IPNU DKI Jakarta dan Pengurus Harian Cabang IPNU se-DKI Jakarta. Rapimwil sengaja digelar untuk membahas perihal keorganisasian, kaderisasi, dan rekomendasi serta persiapan menghadapi Kongres IPNU XX di NTB mendatang.

 

Agenda menyatukan gagasan
Ketua PW IPNU DKI Jakarta Ahmad Bayu mengatakan Rapimwil diselenggarakan sebagai agenda yang bertujuan untuk menyatukan gagasan serta solusi atas tantangan pelajar di era disrupsi ini.

 

"Forum ini menjadi momentum penyatuan pikiran dan gagasan serta mencari solusi dalam menjawab tantangan pelajar di era disrupsi ini. Karena tantangan pelajar ke depan sangat berat sehingga butuh penyegaran dan konsolidasi yang aktif dan dinamis," kata Bayu.

 

Menurut Bayu, IPNU memiliki tanggung jawab moral dalam keberlangsungan NU pada sepuluh atau 20 tahun yang akan datang.

 

"IPNU badan otonom termuda di NU, tetapi tanggung jawabnya sangat besar. Sebab IPNU adalah garda terdepan dan pengkaderan awal Nahdlatul Ulama. Ini adalah tugas kita dalam merancang NU di masa yang akan datang," pungkas Bayu.

 

Sebagai informasi, PP IPNU bersama PP Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) telah secara resmi menetapkan Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU yang bakal dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat, pada 23-26 Juni 2022 mendatang. Ketetapan itu diputuskan di Jakarta melalui rapat pleno pada 10 Januari 2022.

 

Keputusan ini juga tertuang dalam Surat Keputusan PP IPNU Nomor 693/PP/SK/XIX/7354/I/22 dan Surat Keputusan PP IPPNU Nomor 044/PP/SK/7455/XVIII/I/2022. Kongres XX IPNU akan mengangkat tema 'Akselerasi Pelajar untuk Indonesia Maju'.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×