Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kiai Miftachul Akhyar Jelaskan Doa Khusus Peroleh Ilmu Laduni

Kiai Miftachul Akhyar Jelaskan Doa Khusus Peroleh Ilmu Laduni
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (Foto: Tangkapan layar YouTube TVNU)
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. (Foto: Tangkapan layar YouTube TVNU)

Jakarta, NU Online
Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan cara mendapatkan ilmu laduni. Menurut Kiai Miftach, ada doa khusus yang bisa menjadi wirid dalam rangka memperoleh ilmu laduni.


“Baca saja doa ilahi 'allimni min ilmikal mahzun. Ini dibuat wiridan insyaallah semua punya potensi untuk memiliki ilmu laduni,” kata Kiai Miftach dalam tayangan YouTube TVNU, Kamis (30/6/2022) malam.


Kiai Miftach menerangkan bahwa ada sebuah ilmu selain ilmu-ilmu dzahir, yakni ilmi yang mahzun (istimewa). Ilmu ini disimpan oleh Allah dan hanya akan dianugerahkan bagi orang-orang pilihan.


“Kita diberikan contekan cara agar bisa mendapatkan ilmu itu, dengan cara membaca doanya dan memohon dalam setiap munajat, syukur-syukur saat shalat tahajud,” terangnya.


Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu juga menegaskan, ilmu laduni memang ada dan nyata. Tinggal bagaimana caranya untuk mendapatkan ilmu tersebut.


“Dalam surat Al-Baqarah disebutkan bahwa syaratnya harus takwa, yakni menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sehingga nanti akan terbuka lebar pintu untuk mendapatkan ilmu itu tanpa mengaji, mendengarkan, dan melihat. Allah sendiri yang akan mengajarkan,” ujar Kiai Miftach.


Selain itu, menurutnya dalam ber-thalabul ilmi untuk meraih ilmu laduni ada syarat lainnya, yakni al-mulazamah. Artinya, mengaji terus-menerus tidak pernah berhenti.


“Mulazamah dalam belajar merupakan kelaziman dan sifat keutamaan para ulama terdahulu,” ungkap Kiai Miftach.


Kiai Miftach menegaskan, ada sebuah ilmu yang dapat diibaratkan sedang disimpan dalam kotak besi dan dijaga. Tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh. Ini adalah bagian untuk ulama yang arif billah, bukan untuk ulama-ulamaan.


“Barulah nanti diberikan kesempatan oleh Allah untuk membuka peti tersebut. Kalau sudah mendapatkan ilmu itu maka ketika berbicara semuanya menjadi taslim,” tandas Kiai Miftach.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×