Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kiai Said Sebut Gus Yahya Pilihan Tepat Ketua Umum PBNU

Kiai Said Sebut Gus Yahya Pilihan Tepat Ketua Umum PBNU
KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU terpilih pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung. (Foto: Panitia Muktamar)
KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU terpilih pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung. (Foto: Panitia Muktamar)

Bandarlampung, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015-2021 KH Said Aqil Siroj menyebut KH Yahya Cholil Staquf sebagai sosok yang tepat dalam memimpini PBNU ke depannya.


"Pilihan para muktamirin yang tepat tidak salah pilihan yang sangat tepat insyaallah akan membawa barakah," katanya sesaat setelah penghitungan suara pemilihan Ketua Umum PBNU pada Sidang Pleno V berakhir di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021).


Kiai Said mengaku bersyukur atas kelancaran Muktamar sampai akhir dan keterpilihan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. “Oleh karena itu saya sangat senang bersyukur Muktamar berakhir dengan baik dan yang terpilih adalah Gus Yahya,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga mendoakan Gus Yahya dapat membawa NU lebih baik dan sempurna lagi ke depannya. "Kepada sahabat saya, yang terhormat, Gus Yahya Cholil Staquf, saya mengucapkan alfi alfi mabruk, barakallahu fi khutuwatikum, wa fi juhudikum. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan lahir batin kepada beliau sehingga mampu memimpin NU ke depan lebih baik lagi, lebih sempurna lagi," harapnya.

 

Kiai asal Cirebon itu mengatakan bahwa Gus Yahya merupakan seorang cicit dari guru ayahnya. “Gus Yahya ini adalah cicit dari gurunya ayah saya. Ayah saya pesantren di Rembang. Ketika itu kakek yang keempat, kakek nomor 4 namanya Kiai Kholil Harun,” ujarnya.


Ayah Kiai Said, yakni KH Aqil Siroj, mengkhatamkan kitab Alfiyah ibnu Malik, sebuah kitab monumental mengenai tata bahasa Arab, atas bimbingan Kiai Kholil Harun.


Oleh karena itu, ia sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilannya dalam Muktamar Ke-34 NU ini. “Jadi saya sangat bangga, bersyukur, gembira atas keberhasilan dalam Muktamar kali ini,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.


Kiai Said juga bersyukur atas berjalannya Muktamar dengan aman, tenteram, serta damai gembira. “Tidak ada lain, kecuali saya bersyukur kepada Allah bahwa Muktamar telah berjalan dengan baik aman, tenteram, walaupun katanya kira-kira agak panas, tapi yang jelas ternyata selesai dengan nyaman, damai, dan ketawa,” katanya.


Dalam pidatonya itu, Kiai Said mengajak semuanya untuk melupakan peristiwa yang telah berlalu dan saatnya bergandeng tangan untuk membesarkan NU. “Mari kita lupakan kemarin apa yang telah terjadi kemarin kita lupakan kita bergandengan tangan bersama-sama membesarkan Nahdlatul Ulama,” ujarnya. 

 

Jika nanti tidak terpilih sebagai pengurus PBNU, Kiai Said berkomitmen akan tetap akan mendakwahkan islam ahlussunnah wal jamaah Nahdlatul Ulama, tetap akan menyebarkan Islam wasathiyah (moderat), tasamuh (toleran). “Jadi pengurus atau enggak jadi pengurus itu merupakan prinsip saya semampu saya,” katanya.


Kiai Said juga menyampaikan terima kasih atas kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU kepada seluruh panitia pengarah dan pelaksana, pemerintah, anggota Pencak Silat Pagar Nusa, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan lainnya.

 

"Saya ucapkan jazakumullah khairal jaza. Mudah-mudahan Allah membalas amal bakti Anda sekalian," harapnya.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×