Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Jakarta, NU Online
Ibadah puasa Ramadhan tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan sisi ruhani umat Muslim, namun juga berdampak pada kesehatan.

Dokter Masludi, menuturkan menurut Ilmu Kedokteran terbukti bahwa makan dan minum yang berlebih-lebihan bisa membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kerja jantung, menyebabkan mengerasnya pembuluh darah, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan kencing manis.

"Sehubungan dengan hal ini Allah Swt sudah mengingatkan dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raaf ayat 31, 'Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Juga Rasulullah Saw bersabda, yang artinya, 'Perut itu gudangnya penyakit'," katanya kepada NU Online.

Dokter yang berdomisisi di Indramayu, Jawa Barat ini mengatakan agaknya tidak ada cara pencegahan dan pengobatan atas penyakit-penyakit tersebut kecuali dengan tidak makan dan minum yang berlebih-lebihan, yakni dengan membatasi nafsu makan (diet), dan yang lebih baik tentunya adalah dengan puasa.

"Puasa Ramadhan menjadi hal yang penting dipahami manfaatnya. Apalagi jika dilakukan secara ikhlas dan disertai kepercayaan dan pengetahuan yang memadai tentang manfaat pelaksanaan puasa bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam metabolisme dan sistem endokrim," imbuhnya.

Dengan menjalankan puasa, lanjut dia, berarti suatu aktivitas fisik dan biologis, usaha untuk mengatur dan memperbaiki metabolisme tubuh. Hal ini dapat dimengerti, karena pelaksanaan puasa mengajarkan dan melatih tubuh secara disiplin untuk makan dan minum secara tidak berlebihaan dan mengatur kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Dengan demikian, maka puasa akan memberi manfaat kesehatan bagi orang yang menjalankannya. Bepuasa akan melatih seseorang untuk hidup teratur dan disiplin serta mencegah kelebihan makan. Menurut penelitian, puasa akan menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa, karena ada fase istirahat setelah fase pencernaan normal, yang diperkirakan 6 sampai 8 jam, maka pada fase tersebut terjadi degradasi dari lemak dan glukosa darah. 

Ia menambahkan puasa terbukti mampu meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit maag, tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah akan lebih terkontrol. ''Hausnya itu lho nggak tahan?'' Dokter Msludi mengakui kata-kata ini biasanya muncul bagi yang baru pertama kali memulai puasa Ramadhan.

"Walau merasa sangat haus, toh akhirnya kalau diniatai dengan ikhlas puasa bias sampai tiba bedug Maghrib. Yang terpikir pun begitu menyeruput teh manis saat buka, 'Aduuh rasanya nikmat banget. Rasa haus yang seharian kutahan itupun hilang sudah," ujarnya.

Menahan lapar dan haus, apalagi pada siang hari yang panas terik, terkadang memang butuh perjuangan tersendiri. Namun, jika puasa kita dilandasi dengan iman dan keikhlasan untuk ibadah, rasanya rasa lapar dan haus itu tak berarti apa-apa.

"Apalagi jika kita menyadari bahwa puasa ternyata juga membawa begitu banyak hikmah dan manfaat buat kita, salah satunya manfaat kesehatan," tegasnya. (Kendi Setiawan)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×