Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Nama Pengurus PBNU yang Kerap Tertukar, Ada Gus Yahya dengan Gus Yaqut

Nama Pengurus PBNU yang Kerap Tertukar, Ada Gus Yahya dengan Gus Yaqut
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Nama menjadi identitas penting untuk membedakan satu individu dengan individu lain. Namun, ketika ada nama yang mirip, terlebih dari satu komunitas yang sama, tertukar menjadi satu peristiwa yang tak jarang terjadi.


Hal ini yang kerap dialami Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dengan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas. Meskipun cukup berbeda, tetapi bagi yang baru mendapati kedua nama itu, kerap menimbulkan kebingungan sendiri sehingga berakhir salah sapa, salah tulis, dan kekeliruan lainnya.


Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, sampai-sampai membuat klarifikasi yang menjelaskan bahwa dua nama itu dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Hal itu ia tuliskan pada status Facebooknya dengan judul PENGUMUMAN pada Kamis (13/5/2021) lalu.


“Untuk diketahui oleh khalayak ramai bahwa Yahya Cholil Staquf dan Yaqut Cholil Qoumas itu orangnya dua walaupun algoritma Facebook terkadang tidak menyadarinya. Terima kasih,” tulisnya.


Bahkan, ada seorang pewarta betul-betul keliru menyapa Gus Yahya dengan Pak Yaqut. Hal ini terjadi saat pengumuman susunan kepengurusan PBNU pada Rabu (12/1/2022).


“Ini intoleransi kan masih tinggi. Nanti ke depannya, Pak Yaqut itu, strategi apa yang bisa meredam intoleransi, terutama...,” kata pewarta tersebut.


“Pak Yaqut nggak ada di sini,” timpal Gus Yahya.


“Eh... Pak Yahya. Iya Pak Yahya, untuk meredam politik intoleransi seperti itu,” lanjut perempuan pewarta itu yang langsung disambut ledakan tawa yang hadir memadati ruang lantai 8 gedung PBNU itu.


Sebagaimana diketahui, Gus Yahya dan Gus Yaqut merupakan putra dari pasangan KH Muhammad Cholil Bisri dan Nyai Hj Muchsinah. Gus Yahya adalah Ketua Umum PBNU masa khidmah 2022-2027, sedangkan Gus Yaqut adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang sejak akhir 2020 lalu diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama.


Hal serupa juga terjadi pada sosok Fachrizal Afandi. Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda 2017-2020 itu memiliki nama yang mirip dengan sekretaris PCINU Belanda dua periode, yakni Fahrizal Yusuf Affandi, tanpa c di kata pertama, dan dobel f pada kata terakhir. Pemilik nama terakhir inilah yang diangkat menjadi salah satu Ketua PBNU mendampingi Gus Yahya.


Fachrizal menyadur klarifikasi Gus Yahya di status Facebooknya dengan membubuhkan judul, PENGUMUMAN. "Untuk diketahui oleh khalayak ramai bahwa Fachrizal Afandi dan Fahrizal Yusuf Affandi itu orangnya dua walaupun algoritma Facebook/Instagram terkadang tidak menyadarinya. Terima Kasih.,” tulisnya.


Sebagai informasi, Fachrizal merupakan dosen di Universitas Brawijaya. Pada Januari tahun lalu, ia berhasil mempertahankan disertasinya doktoralnya di bidang hukum Universitas Leiden, Belanda. Sementara Fahrizal yang diangkat menjadi salah satu ketua PBNU itu baru saja menamatkan studi doktornya pada Desember tahun lalu dalam bidang teknologi penyimpanan pascapanen di Universitas Wageningen, Belanda.


“Kebetulan lain yang menarik dan tidak terencana, promosi doktor dari NU Belanda tahun ini dimulai dan ditutup oleh Fa(c)hrizal. Jika awal Januari lalu saya Fachrizal Afandi yang membuka parade panen doktor tahun ini, yang menutup parade di bulan Desember adalah kembaran saya Sekum NU Belanda 2 periode Fahrizal Yusuf Affandi yang memang ahli di teknologi penyimpanan pasca panen,” tulis Fachrizal pada Kamis (9/12/2021).


Dikutip dari Instagram NU Jabar Online (@nujabaronline), Fahrizal merupakan cucu dari Tb Ibrohim, tokoh NU dari Karawang, Jawa Barat. Ia juga tercatat sebagai dosen di Departemen Agroindustri, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.


Kejadian tertukar nama juga dialami Ai Rahmayanti, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Ia kerap tertukar dengan seniornya, Ai Maryati Solihah. Selain memiliki nama yang sama, keduanya juga berasal dari Tanah Sunda. Ai Rahmayanti lahir di Garut pada 8 November 1985, sedangkan Ai Maryati Solihah lahir di Cianjur pada 17 Desember 1980.


Tidak cukup di situ, keduanya juga masih memiliki kesamaan dalam hal organisasi dan jabatannya. Ai Rahmayanti merupakan Ketua Umum Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) 2014-2017, sedangkan Ai Maryati menduduki jabatan yang sama pada tahun 2005-2008.


Kekeliruan penyebutan nama itu diucapkan Gus Yahya saat menyampaikan susunan kepengurusan pada Rabu (12/1/2022) lalu. Dalam sesi taaruf, Ai Rahmayanti mengaku memang dirinya kerap tertukar dengan Ai Maryati.


Pengurus PBNU yang juga memiliki kemiripan nama adalah KH Abun Bunyamin Ruhiat. Adik Alm KH Ilyas Ruhiat, Rais Aam PBNU 1992-1999, itu memiliki nama yang sama dengan rekannya yang kini menjadi Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Abun Bunyamin.


Kiai Abun yang Rais Syuriyah PBNU merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya. Sementara Kiai Abun yang Rais Syuriyah PWNU Jabar adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat. Ia juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung saat diasuh oleh KH Ruhiat, sebelum kemudian dilanjutkan KH Ilyas Ruhiat.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin



Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya