Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pandangan Najelaa Shihab tentang Hubungan Erat Orang Tua dan Anak

Pandangan Najelaa Shihab tentang Hubungan Erat Orang Tua dan Anak
Psikolog anak dan keluarga, Najelaa Shihab. (Foto: Instagram @najelaashihab)
Psikolog anak dan keluarga, Najelaa Shihab. (Foto: Instagram @najelaashihab)

Jakarta, NU Online
Psikolog anak dan keluarga, Najelaa Shihab, mengatakan bahwa hubungan erat dan hangat antara ibu dan anak dapat menghindarkan anak dari perilaku negatif. Hubungan yang erat juga dapat mengurangi risiko anak untuk memiliki hubungan yang tidak sehat di masa depannya.


“Hubungan keluarga yang erat dan hangat tidak hanya membantu anak-anak mempelajari keterampilan penting yang berhubungan dengan pekerjaan saja,” kata Najelaa dalam Talkshow Parenting secara daring, Kamis (28/10/2021) malam.

 

Namun, lanjut Najelaa, hal tersebut juga dapat memberi anak kepercayaan diri untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karier dan membuat transisi karier yang sukses.


Baca juga: Najelaa Shihab Ungkap Tiga Miskonsepsi Penyebab Konflik Lintas Generasi


Dilansir dari majalah Time, para peneliti menemukan bahwa kepekaan dan daya tanggap seorang ibu berdampak pada kehidupan seorang anak. Kepekaan dan rasa tanggap yang tinggi bisa memiliki konsekuensi seumur hidup bagi kompetensi akademis dan sosial anak.


Selain pengembangan keterampilan akademis dan sosial, kata dia, penelitian lain juga menyebutkan bahwa interaksi dan hubungan ibu-anak yang positif berperan penting dalam pengembangan karier anak-anak.


“Seorang ibu adalah penyedia empat kebutuhan utama anak, yakni dicintai tanpa syarat, ditenangkan saat stress, kejujuran dalam hubungan, dan tempat membangun pertemanan yang hangat,” ungkap founder dan admin akun Instagram @keluargakitaid itu.


Sebaliknya, lanjut Najelaa, tidak hanya ibu tapi keempat hal tersebut juga perlu dimiliki oleh seorang anak. “Sebagai anak, sudah sepatutnya kita juga membalas kebaikan ibu dengan berusaha memenuhi apa yang dibutuhkannya,” kata Ela, sapaan akrabnya.


“Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghabiskan waktu bersamanya tanpa ada distraksi apapun sehingga ibu merasa benar-benar diperhatikan secara penuh, diapresiasi dan dicintai khususnya di momen-momen tertentu,” sambungnya.


Menurut putri sulung Prof Quraish Shihab ini, membangun relasi yang baik antaranggota keluarga menjadi pondasi penting. Hal itu, menjadi lebih baik bila dilakukan bersama-sama. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa percaya dan kenyamanan antara satu dengan lainnya.


Misalnya, Ela mencontohkan, bila rasa percaya dan anak terbuka pada orang tua untuk menceritakan permasalahan yang dialami, maka orang tua dapat memberikan saran yang tepat dan meminimalisisasi dampak buruk lainnya.


“Di antara hal penting lainnya cara menjalin relasi yang baik dengan anak itu dengan memenuhi kebutuhan fisiologis anak, bersikap toleransi, relasi orang tua-anak yang permisif, sikap orang tua yang terlibat dan peduli terhadap anak, dan relasi orang tua-anak yang diwarnai kehangatan,” jelas Najelaa.


Kontributor: Syifa Arrahmah
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×