Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Panggilan Jiwa Jadi Motivasi Banser Kalsel Bantu Warga Terdampak Banjir

Panggilan Jiwa Jadi Motivasi Banser Kalsel Bantu Warga Terdampak Banjir
Sejumlah anggota Banser saat membantu warga di daerah terdampak banjir Kalsel. (Foto: Istimewa)
Sejumlah anggota Banser saat membantu warga di daerah terdampak banjir Kalsel. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kalimantan Selatan tak kenal lelah untuk terus membantu dan mendampingi warga yang terdampak banjir, sejak lima hari lalu. Bahkan semangat yang ditunjukkan mereka, seakan tak menghiraukan kondisi dirinya sendiri. Salah satu yang menjadi motivasi adalah karena adanya keterpanggilan jiwa untuk membantu sesama.

 

"Tapi saya tetap selalu mengingatkan ketika ada kader Banser yang sudah lelah, untuk istirahat. Karena memang semangat untuk membantu orang sangat tinggi sekali," ungkap Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalsel Teddy Suryana, kepada NU Online, pada Senin (18/1) siang.

 

Lebih lanjut ia mengaku selalu mencoba untuk menjaga imun dan daya tubuh para kader Banser yang menjadi relawan di sana. Suplemen dan makanan selalu siap sedia serta senantiasa dijaga ketersediaannya. "Jadi kami tidak hanya berpikir soal bagaimana membantu korban tapi juga menjaga stamina dan kondisi kader-kader kami," lanjutnya.

 

Teddy bercerita, saat kemarin (17/1) memberikan pengarahan, sudah ingin membatasi gerak relawan Banser. Ia mengatakan kepada para kadernya itu, bagi yang sudah turun ke lapangan kemarin dipersilakan untuk beristirahat.

 

"Tapi mereka tidak mau. Kalau kita paksakan (untuk istirahat) maka akan timbul ketidakpuasan di dalam diri mereka. Jadi ya sudah saya tetap bikin beberapa koordinasi dengan sahabat-sahabat Banser untuk mengedepankan keselamatan dan kesehatan. Hampir semua seperti itu, (baju) mereka basah dan kering di badan selama tiga hari," terang Teddy.

 

Ia menerima laporan pula bahwa ada seorang kader yang sebenarnya berdomisili di Kabupaten Tanah Laut. Kader itu bertugas di Kabupaten Banjar. Dari Tanah Laut ke Banjar jarak tempuh memakan waktu sekitar dua jam. 

 

"Nah di Tanah Laut, di kampungnya dia sendiri itu terendam, dan dia bisa mengendalikan, terkendali lah di daerahnya. Dia itu sudah dua hari membantu korban di Kabupaten Banjar, tidak memikirkan orang di rumah. Dia lebih memilih untuk terjun ke lapangan. Ada kader seperti itu," Teddy berkisah.

 

Semangat Banser yang luar biasa itu dilatari karena adanya keterpanggilan jiwa. Mereka akan langsung terjun membantu meringankan warga yang lebih menderita dan membutuhkan pertolongan dari diri mereka sendiri.

 

"Jadi luar biasa semangat kader kami itu. Karena mereka berpikir ada masyarakat yang terkena banjir luar biasa, sangat menderita, dan itu menjadi motivasi keterpanggilan mereka," ungkap Teddy suara menggebu-gebu. 

 

Gotong-royong masyarakat bantu sesama

Fenomena saling gotong-royong sangat kentara di sana. Terutama dalam urusan inisiasi masyarakat untuk bangkit dan lantas membantu sesamanya yang terdampak banjir cukup parah. Salah satu contohnya adalah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. 

 

Tanpa ada komando, imbauan pemerintah, atau dikondisikan sebelumnya mereka sudah dengan sendirinya mengambil inisiatif untuk saling membantu. Beberapa ada yang menyumbang pakaian, piring, beras, dan bahkan uang. 

 

Masyarakat di setiap rukun tetangga (RT) bergerak. Di setiap RT itu ada keterlibatan kader Banser. Bahkan masyarakat banyak pula yang menitipkan bantuan melalui Ansor. Karena dititipi itulah maka para kader Ansor-Banser merasa tergerak hatinya untuk bertanggung jawab.

 

"Itu pagi tadi setelah shalat subuh sudah ada yang mengantar mie instan dan minyak ke posko. Kemudian di daerah yang terdampak, mereka bikin dapur umum. Jadi dapur umum didirikan di daerah-daerah yang tidak terkena banjir," ujar Teddy.

 

"Masyarakatnya juga inisiatif membuat dapur umum dan menyuplai makanan ke pihak warga yang terdampak dan menjamu relawan Banser yang menyumbangkan tenaganya untuk membantu di sana," sambungnya.

 

Sekali lagi Teddy menegaskan, soal makanan pasti tersedia di setiap posko. Ia juga sesekali mengajak kadernya untuk ke warung makan sederhana sebagai tambahan imun mereka. "Jadi bukan nasi bungkus doang. Kita ajak ke rumah makan begitu. Alhamdulillah makanan dan suplemen selalu tersedia," terangnya.

 

Bantuan dana stimulan dari pemerintah

Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

 

Dikutip dari situs resmi BNPB, pada Senin (18/1) malam, dana stimulan itu sebesar Rp50 juta untuk rumah dengan rusak berat, Rp25 juta untuk rumah dengan rusak sedang, dan Rp10 juta rupiah untuk rumah dengan rusak ringan.

 

Kepala BNPB Doni Monardo meminta agar dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin gubernur untuk mempersiapkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Hal itu mesti dilakukan juga bersama seluruh komponen pusat yang ada di daerah dan unsur terkait yang melibatkan TNI/Polri, BPBD, dan dinas-dinas di daerah.

 

"Sehingga pada saat proses pendataan bisa akurat by name by address dan setelah itu kita mungkin sudah bisa memulai untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi," terang Doni.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×