Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pesan KH Syukron Ma'mun untuk Menteri Agama: Perhatikan Kiai Kampung

Pesan KH Syukron Ma'mun untuk Menteri Agama: Perhatikan Kiai Kampung
Pertemuan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dengan KH Syukron Ma'mun. (Foto: Kemenag)
Pertemuan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dengan KH Syukron Ma'mun. (Foto: Kemenag)

Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mendapat pesan khusus dari KH Syukron Ma'mun, saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Daarul Rahman, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2). Pada pertemuan tersebut, Kiai Syukron berharap Gus Yaqut memperhatikan dan melibatkan kiai-kiai kampung dalam pengambilan kebijakan.


"Kunjungan Pak Menteri ini sangat mengharukan saya. Dari hati saya mengharapkan agar Pak Menteri mengajak kiai-kiai kampung untuk urun rembuk dalam menentukan kebijakan," kata Kiai Syukron yang terkenal sebagai Singa Podium ini.


Menurut Kiai Syukron, para kiai kampung merupakan sosok yang masih bersih pemikirannya dan mampu memberi kemaslahatan bagi langkah Menag dalam memimpin Kementerian Agama. "Insyaallah ajaklah kiai kampung dan kiai nonstruktural bicara, nanti akan ada timbal balik yang baik," ujarnya.


Dalam pertemuan tersebut, Gus Yaqut pun menyampaikan terimakasih atas masukan-masukan yang diberikan oleh ulama kharismatik NU ini.


"Saya bahagia bisa bersilaturahmi ke Pesantren Daarul Rahman. Saya banyak mendapat masukan dan nasihat dari Kiai Syukron Makmun," kata Gus Menteri yang pada kesempatan tersebut menghadiahi KH Syukron beberapa jilid kitab Al Ibriz, karangan KH Bisri Mustofa.


Menurut Gus Menteri, kehadiran pemerintah penting untuk penguatan pesantren di Indonesia. Harapan pemerintah, pesantren di Indonesia nantinya semakin berdaya dan mandiri.


Silaturahmi penuh kehangatan


Pertemuan Kiai Syukron dengan Gus Menteri ini berlangsung penuh kehangatan. Kiai Syukron menyambut langsung kehadiran Gus Menteri dan rombongan di depan rumahnya yang teduh. Tak berapa lama, Kiai Syukron langsung mengajak berdiskusi hangat dengan Gus Menteri di ruang tamu.

Kiai Syukron menyupiri Gus Yaqut berkeliling pesantren


Kendati berbeda generasi, Kiai Syukron tampak bahagia atas kedatangan Gus Menteri. Bahkan Kiai Syukron yang kini berusia 80 tahun secara pribadi mengaku memiliki ikatan yang dekat dengan keluarga Gus Menteri. Sebab sejak muda, Kiai Syukron sudah bersahabat akrab dengan kakek Gus Menteri, yakni KH Bisri Mustofa (Rembang).


Bahkan Kiai Syukron mengungkapkan bahwa beberapa kali KH Bisri berkunjung ke pesantrennya, di antaranya untuk memberikan ceramah pada 1970 hingga 1980-an. Bukti kebahagiaan atas kunjungan ini, Kiai Syukron juga menghadiahi Gus Menteri buku saku Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila yang beliau tulis selama pandemi.


Kehangatan pertemuan juga terlihat saat Kiai Sukron mengajak Gus Menteri bersantap siang bersama. Usai berdiskusi, Kiai Syukron juga mengajak Gus Menteri berkeliling pesantren dengan menggunakan golf car. Bahkan, Kia Syukron pun menyopiri sendiri golf car tersebut.


"Mari berkeliling lihat asrama, saya yang sopiri sendiri," kata Kiai Syukron.


Pesantren Daarul Rahman memiliki tiga area pendidikan yakni di Jagakarsa seluas 3 hektar lebih, Parung Bogor seluas 3 hektar, dan Leuwliang 4 hektar. Lulusan pesantren ini pun telah menyebar di dalam negeri maupun luar negeri sedikitnya ke sembilan negara di antaranya China, Rusia, dan Mesir. Selain untuk melanjutkan pendidikannya, mereka juga ada yang bekerja di negara tersebut.


"Bahkan di Moskow, ada santri yang tengah belajar pesawat tempur. Kadang kita juga tidak menyangka karena di pondok kita hanya ajarkan Fathul Qarib," ungkap Kiai Syukron.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Fathoni Ahmad


 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×