Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Sertijab Menag, Gus Yaqut: Saatnya Agama Jadi Inspirasi, Bukan Aspirasi

Sertijab Menag, Gus Yaqut: Saatnya Agama Jadi Inspirasi, Bukan Aspirasi
Menag H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan toleransi tingkat tinggi harus dimulai dan dicontohkan keteladannya dari Kementerian Agama. (Foto: Istimewa)
Menag H Yaqut Cholil Qoumas menegaskan toleransi tingkat tinggi harus dimulai dan dicontohkan keteladannya dari Kementerian Agama. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Setelah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama pada sisa masa jabatan 2019-2024, di Jakarta, Rabu (23/12), H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) melakukan serah terima jabatan di Kantor Kemenag Pusat. Acara sertijab dari H Fachrul Razi kepada Gus Yaqut ini disiarkan secara langsung di Youtube Kemenag RI.


Pada kesempatan tersebut, Gus Yaqut mengingatkan kepada keluarga besar Kementerian Agama bahwa Kementerian Agama bukanlah milik satu agama saja, namun Kementerian Agama adalah milik semua agama. 


“Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi, semua agama, ada di Kementerian ini. Mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” tegas Ketua GP Ansor ini.


Toleransi tingkat tinggi ini lanjutnya harus dimulai dan dicontohkan keteladannya dari Kementerian Agama. Ia tidak ingin dari Kementerian Agama ini justru muncul sikap-sikap atau cara-cara yang diskriminatif antara satu dengan yang lain.


Gus Yaqut juga mengungkapkan kembali komitmennya bahwa melalui Kementerian Agama, ia ingin menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Ia ingin tidak ada lagi pemanfaatan agama untuk membenturkan kelompok satu dengan yang lain. Tidak ada lagi agama sebagai kendaraan untuk pencapaian tujuan politik yang mengganggu stabilitas Negara.


Agama tegas Gus Yaqut, harus dikembalikan kepada fungsinya yang mendamaikan dan sebagai jalan untuk melakukan resolusi konflik semua persoalan. “Kita akan menolak agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua harus dihindari,” ajaknya.


Ia juga mengajak kepada segenap elemen Kementerian Agama untuk bekerjasama mewujudkan cita-cita terhormat ini dan berusaha membuat sejarah yang benar. “Yang menentukan, yang membuktikan itu adalah kinerja kita, pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujarnya.


Sebelumnya saat pengumunan posisinya di Kementerian Agama oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (23/12), Gus Yaqut juga berkomitmen untuk melakukan terobosan-terobosan baru di kementerian yang akan dipimpinnya ini.


Di antaranya, Gus Yaqut berkomitmen meningkatkan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (Persaudaraan sesama bangsa Indonesia), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia). Ia juga menekankan akan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan juga pesantren di lingkungan Kementerian Agama.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×