Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Serukan Cinta Indonesia, Habib Luthfi: Kita Merdeka Bukan Hadiah, Tapi..

Serukan Cinta Indonesia, Habib Luthfi: Kita Merdeka Bukan Hadiah, Tapi..
Habib Luthfi bin Yahya saat berbicara dalam haul akbar Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom al-Banyumasi, Sabtu (25/6/2022). (Foto: Tangkapan layar YouTube NU Online)
Habib Luthfi bin Yahya saat berbicara dalam haul akbar Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom al-Banyumasi, Sabtu (25/6/2022). (Foto: Tangkapan layar YouTube NU Online)

Jakarta, NU Online
Habib Luthfi bin Yahya terus menyerukan kecintaan anak bangsa terhadap Ibu Pertiwi dan Tanah Air. Sebab, Indonesia merdeka bukan karena hadiah, tapi perjuangan berdarah-darah.


Hal tersebut dikatakan Habib Luthfi dalam haul akbar Syekh Ahmad Nahrowi Muhtarom al-Banyumasi yang disiarkan langsung melalui YouTube NU Online, Sabtu (25/6/2022).


“Untuk menegakkan Sang Merah Putih kembali tidak mudah. Perlu diingat, Indonesia merdeka bukan karena hadiah tapi berdarah,” tutur Habib Luthfi dalam video dilihat NU Online pada Senin (27/6/2022) malam.


Menurut Habib Luthfi, kebanggaan kepada para ulama semakin hilang karena tidak adanya rasa memiliki. Sehingga banyak manakib atau sejarah khususnya bangsa Indonesia pelan-pelan mulai hilang.


“Akibatnya regenerasi kita tidak tahu bagaimana keluasan Indonesia ini. Hanya tahunya Sabang dan Merauke,” ungkap Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlitthariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah itu.


Habib Luthfi mengungkapkan, saat ini sudah mulai luntur kecintaan kepada negara Indonesia, lupa pendiri bangsa, tokoh ulama, tokoh bangsa yang ikut andil besar dalam memerdekakan bangsa ini.


“Padahal kalau punya fanatisme tinggi terhadap hasil karya bumi pertiwi maka tidak lama ekonomi Indonesia akan bangkit luar biasa. Kenapa ekonomi kita menurun, karena kita kurang merasa memiliki apa yang tumbuh di bumi pertiwi ini,” tandasnya.


Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI itu menjelaskan bahwa ulama terdahulu sangat luar biasa dalam menanamkan kecintaan kepada Tanah Air, termasuk adanya sedekah bumi, sedekah laut, dan memasang bendera saat membangun rumah agar tidak begitu terlihat oleh Belanda.


“Perlu diingat bahwa bendera merah putih mengandung makna kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa,” tegas Habib Luthfi.


Habib Luthfi menerangkan pentingnya memahami pengertian lagu Indonesia Raya agar tidak hanya menaati peraturan untuk ikut menyanyi saja. Dengan kebanggaan dan kebesaran kita dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya.


“Sejauh mana kita memahami makna Indonesia Raya dan di mana letak rahasia lagu ini, jawabannya ada di dalam ikrar. Karena di awal lirik lagu menggambarkan pengakuan, bahwa pengakuan adalah syukur. Nah, tandanya syukur yaitu dengan mengalunkan lagu Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku,” terangnya.


Habib Luthfi menambahkan, ikrar pengakuan Indonesia tanah airku ada sepanjang masa Indonesia. Karena itu sudah ditanamkan oleh para sesepuh dahulu.


“Kalau sudah bisa membawa keindonesiaan ke mana saja dan tidak hanya sekedar lagu atau menyanyikannya, maka bisa menunjukkan jati diri dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Karena kita tidak bisa terlepas dan selalu mengalunkan lagu Indonesia raya,” pungkasnya.


Kontributor: Afina Izzati 
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×