Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Sukses Berangkatkan Jamaah Umrah, Peluang Haji Lebih Terbuka

Sukses Berangkatkan Jamaah Umrah, Peluang Haji Lebih Terbuka
masjidil Haram dan Kabah. (Foto: Istimewa)
masjidil Haram dan Kabah. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa keberangkatan jamaah umrah saat ini adalah salah satu bentuk simulasi dari pemerintah Arab Saudi dalam rencana pelaksanaan ibadah haji di tengah pandemi. Sehingga, perlu kerjasama dari jamaah umrah untuk ketertiban saat pelaksanaan umrahnya.


Ia berharap jamaah umrah yang sedang beribadah saat ini dapat tertib dalam beribadah dan menjalankan prosedur yang telah ditentukan di tanah suci. Selain, tetap menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan sampai kepulangan ke tanah air dengan mengikuti aturan karantina seperti yang direkomendasikan pemerintah.


"Tertib aturan ini sangat penting, karena jika pelaksanaan umrah ini sukses, tentu pemerintah Arab Saudi akan sepenuhnya mengizinkan pelaksanaan ibadah haji yang memang sudah dinantikan oleh semua calon jamaah haji di tanah air," ungkapnya di Jakarta beberapa waktu lalu.


Berdasarkan data Kemenag, sejak pemberangkatan perdana pada 8 Januari 2022, total 1.731 jamaah umrah yang telah diberangkatkan melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta. Semua jamaah umrah asal Indonesia ini diterbangkan ke Arab Saudi menggunakan skema Kebijakan Satu Pintu atau One Gate Policy (OGP).


Melalui skema ini seluruh jamaah umrah wajib menjalani karantina selama sehari sebelum terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno Hatta. Sebelum terbang, jamaah juga diharuskan melakukan screening kesehatan dan kelengkapan dokumen, termasuk pemeriksaan PCR standar dari Kementerian Kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede.


Menurut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief, pihaknya akan melakukan kajian dan evaluasi konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan virus Omicron yang di Indonesia dan Arab Saudi.


Hilman menyebut bahwa penyelenggaraan umrah menggunakan skema Business to Business (B to B) dan dikelola swasta. Namun ia tetap mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mempertimbangkan perkembangan kondisi pandemi.


"Ditjen PHU tidak bisa ikut mengatur lebih jauh karena ini B to B. PPIU bisa langsung ajukan visa ke Arab Saudi melalui vendor. Jika memenuhi syarat maka bisa berangkat," jelas Hilman dikutip dari laman Kemenag, Ahad (16/1/2022).


Hilman menambahkan, jamaah umrah yang berangkat perdana pada 8 Januari ini akan kembali ke Indonesia pada 17 Januari 2022. Ditjen PHU akan melihat kondisi kesehatan jamaah setibanya di tanah air, termasuk dalam konteks perkembangan virus Omicron.


“Kemenag terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait. Kami mendorong PPIU untuk lebih cermat dalam mengirim jamaah, jangan terlalu banyak, dan jangan dilakukan secara dadakan. Kami akan segera mengumumkan hasil evaluasi. Sekali lagi bahwa evaluasi ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi,” tegasnya.


Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×