Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tak Cuma Pisau Dapur dan Alat Tani, Aparat Sita Ponsel Warga di Wadas

Tak Cuma Pisau Dapur dan Alat Tani, Aparat Sita Ponsel Warga di Wadas
Warga Desa Wadas saat menghadapi hadangan aparat. (Foto: twitter @Wadas_Melawan)
Warga Desa Wadas saat menghadapi hadangan aparat. (Foto: twitter @Wadas_Melawan)

Purworejo, NU Online

Aparat kepolisian masih berjaga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah hingga Rabu (9/2/2022). Tim Kuasa Hukum warga Wadas dari LBH Yogyakarta, Julian Dwi Prasetia melaporkan saat ini aparat telah melakukan penggeledahan rumah warga untuk menyita ponsel. 


“Informasi yang kami peroleh dari warga saat ini ada sweeping untuk mencari telepon selular (ponsel) dan sebagainya,” terang Julian dalam Konferensi Pers Kronologi Pengepungan Desa Wadas oleh Aparat Kepolisian secara virtual, Rabu (9/2/2022).


Pihaknya juga menerangkan akses informasi dari dan menuju Desa Wadas masih sangat terbatas. Terputusnya jaringan listrik dan sinyal telekomunikasi menyulitkan masyarakat, tim advokasi, dan media yang bertugas.


“Media pun dilarang mendokumentasikan bahkan disuruh menghapus dokumentasinya dan itu ternyata terjadi juga terhadap warga yang ditangkap,” ungkap Julian yang kini tengah mendampingi warga Wadas.


Selain itu, akses transportasi menuju Desa Wadas dijaga ketat oleh aparat bahkan bantuan logistik yang dikirimkan kelompok-kelompok solidaritas masyarakat belum mampu menjangkau warga.


“Ini ada satu mobil yang saya ketahui itu dari teman-teman petani Pantai Selatan. Ini belum bisa di-drop di Desa Wadas karena kondisinya bagi kami belum memungkinkan sehingga ini masih ada yang dibawa di Polres Purworejo,” ungkap Julian.


Julian juga berharap warga Wadas terus mendapat perhatian publik dan turut serta mengawasi tindakan aparat kepolisian di Desa Wadas. “Kami berharap publik membantu mengawasi tindakan-tindakan yang ada di sana karena kita nggak tahu ini, benar-benar akses informasi di sana sangat dibatasi sekali,” terang dia.


Sebelumnya, Azim Muhammad, aktivis Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) itu menceritakan kondisi warga Wadas saat melakukan mujahadah di Masjid Jami Nurul Huda Desa Wadas pada Selasa (8/2/2022).


“Saat warga berkumpul melakukan mujahadah polisi masuk ke masjid menangkap beberapa orang yang ikut mujahadah. Polisi juga hampir masuk ke setiap rumah warga mengambil pisau, sabit, alat-alat pertanian milik warga. Tidak tahu alasan mereka apa? Karena senjata tajam atau lainnya, tapi memang pisau dan sabit dibawa mereka,” ucap Azim.


Situasi Wadas saat ini juga dilaporkan melalui akun Twitter dan Instagram @Wadas_Melawan.


“Kami mencatat ada sekitar 63 warga Wadas yang ditangkap paksa oleh aparat dan hingga hari ini mereka belum juga kunjung dibebaskan. Sementara kondisi di Desa Wadas sejak kemarin hingga pagi ini masih dipenuhi dengan ratusan aparat dan listrik padam sejak semalam,” tulis @Wadas_Melawan. 


Kronologi pengepungan polisi

Pada Selasa (8/2/2022) pagi. Pihak BPN bersama ribuan aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas. Kedatangan aparat kepolisian ke Desa Wadas ini bermula untuk mengawal pengukuran tanah oleh BPN untuk kepentingan proyek, namun berakhir ricuh serta penangkapan sejumlah warga.


Koalisi Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) melalui keterangan tertulis yang diterima NU Online membeberkan kronologi pengepungan Desa Wadas oleh aparat kepolisian.


Kejadian bermula pada (7/2/2022) siang, ribuan aparat kepolisian mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto yang berlokasi di belakang Polsek Bener. Malam harinya, terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas sementara desa-desa sekitarnya tetap menyala.


Dalam keterangan tersebut, Gempa Dewa menceritakan sekitar pukul 08.00 WIB, ribuan polisi bersenjata lengkap dengan anjing-anjingnya melakukan apel di Lapangan Kaliboto dan pada pukul 09.00 WIB tim pengukur dari Kantor Pertanahan Purworejo mulai memasuki Desa Wadas.


“Pukul 10.00 WIB beberapa mobil polisi memasuki Wadas dan merobek serta mencopot poster-poster yang berisikan penolakan terhadap pertambangan di Desa Wadas. Hingga pukul 10.48 WIB ribuan aparat kepolisian berhasil memasuki Desa Wadas menggunakan motor, mobil, dan jalan kaki,” tulis Gempa Dewa.


Pukul 12.00 WIB, polisi mengepung dan menangkap warga saat warga tengah melakukan mujahadah di masjid yang berada di Dusun Krajan. Sedangkan proses pengukuran lahan oleh BPN tetap dilakukan. 


Hingga saat ini, warga masih kesusahan untuk mendapat sinyal. Diduga ada indikasi take down sehingga terhambat untuk mengabarkan kondisi warga di lapangan. Dalam rilisnya, Gempa Dewa juga menyampaikan pernyataan sikap yang dikirimkan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng. 


Kontributor: Suci Amaliyah

Editor: Ahmad

----------------------------

Klarifikasi tambahan:


Setelah isu ribuan polisi mencuat pada Selasa (8/2/2022) di sejumlah media, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi membantah tidak ada ribuan polisi yang dikerahkan ke lokasi Bendungan Bener di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo.


"Tidak ada ribuan polisi, hanya 250 personel yang diterjunkan untuk mendampingi 10 Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Kapolda dalam siaran pers dikutip Antara pada Rabu (9/2/2022).



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×