Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tiga Hal yang Harus Dimiliki Anggota dan Kader IPPNU

Tiga Hal yang Harus Dimiliki Anggota dan Kader IPPNU
Ketua Majelis Alumni IPPNU sekaligus Ketua Umum PP IPPNU 1996-2000, Hj Safira Machrusah saat menyampaikan sambutan pada Tasyakur Harlah Ke-66 IPPNU di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (2/3). (Foto: IPPNU)
Ketua Majelis Alumni IPPNU sekaligus Ketua Umum PP IPPNU 1996-2000, Hj Safira Machrusah saat menyampaikan sambutan pada Tasyakur Harlah Ke-66 IPPNU di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (2/3). (Foto: IPPNU)

Jakarta, NU Online

Lahir di Malang, Jawa Timur pada 2 Maret 1955, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kini berusia 66 tahun. Ada tiga nilai universal yang harus dipegang oleh seluruh anggota dan kader IPPNU. Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU 1996-2000 Hj Safira Machrusah menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Peringatan Harlah Ke-66 IPPNU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (2/3).

 

Menurutnya, semua orang sepakat bahwa tiga hal ini penting dimliki, meskipun dengan pendekatan dan perspektif masing-masing. Tiga hal itu adalah brain yang merujuk pada kecerdasan, beauty yang berarti kecantikan, dan behaviour yang bermakna perilaku. "Saya harap IPPNU mempunyai tiga itu. kalau tiga ini bisa seimbang, IPPNU akan menjadi leading untuk terutama mengambil peran pada bonus demografi," katanya.

 

Ketua Majelis Alumni IPPNU itu menjelaskan bahwa kecerdasan yang disimbolkan dengan brain ini menjadi modal penting. Kecerdasan itu dapat diwujudkan dalam bentuk tanggap dengan berbagai macam perubahan dengan adanya teknologi digital.

 

Kemudian, IPPNU juga harus memiliki kecantikan yang tidak saja diartikan secara fisik, melainkan juga hati. Artinya, IPPNU harus memperhatikan penampilan sebagai wujud eksistensinya.

 

Sementara itu, behaviour atau perilaku IPPNU harus diwujudkan dalam bentuk akhlak mulia sebagai cerminan organisasinya ulama. "Percuma kalau kita mengatasanamakan organisasi IPPNU. Mana yang mencerminkan ulama dalam IPPNU. Core keulamaan tidak terekspos. Dengan perilaku kita, ya nilai universal Islam kalau bisa dikembangkan," katanya.

 

Oleh karena itu, perempuan yang lahir dari pendiri IPNU dan IPPNU itu menegaskan bahwa tiga hal tersebut menjadi modal penting bagi kader IPPNU dalam terjun ke tengah masyarakat. "Tiga hal ini, bisa menjadi tiga sinergi yang selalu menjadi modalitas utama ketika melangkah ke depan, sosialisasi masyarakat, dan edukasi kepada anak-anak muda," pungkas Duta Besar Indonesia untuk Aljazair 2016-2020 itu.

 

Peringatan Harlah Ke-66 IPPNU ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum PP IPPNU 2000-2003 Ratu Dian Hatifah, dan Ketua Umum PP IPPNU 2009-2012 Margareth Aliyatul Maimunah. Hadir juga anggota dan kader IPPNU dari berbagai penjuru di Indonesia secara virtual.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×